Naskah Teater Komedi
SETAN BUNTING 2
Karya Rajudin Ucuk Sadank Maantara
Personal
Cast :
1. Reza
(seorang laki-laki berumur 28 Tahun)
2. Siti
( Seorang Perempuan berumur 24 Tahun
3. Ibur
( Preman Kampung berumur 39 tahunan)
4. Jujun
(Preman Kampung berumur 33 tahunan)
5. Pengasong
(Pedagang asongan)
6. Orang
Gila
7. Hantu
Siti 1
8. Hantu
Siti 2
BABAK
I
Siti : ka kenapa ketemunya
harus ditempat sepi seperti ini
Reza :
itu tidak penting. Aku mau Tanya sama kamu, kenapa sampai sekarang belum kamu
gugurkan.
Siti :
(siti hanya diam)
Reza :
Sudah kubilangkan..gugurkan saja (nada keras)
Siti :
aku takut ka.
Reza :
takut kenapa?
Siti :
kalau aku mati melakukan itu.
Reza :
Alahhh, kamu terlalu jauh memikirkan seperti itu (nada lebih keras).
Siti :
tapi sudah sering terjadi , aku tidak mau mengambil resiko berat ini ka.
Reza :
(bimbang kemudian berdiri dari kursi sambil mengatur kata-kata)
Ya sudah..kita sekarang berangkat ya..
Siti : Mau kemana ka.?
Reza :
looee…kamu ini gimana sih, kan kita mau menggugurkan janin yang ada di perutmu
itu.
Siti :
sudah kubilang tadi, jangan kaka suruh aku aborsi
Reza :
tapi kan sit.
Siti :
pokoknya tidak akan kugugurkan janin ini (sambil memegang perut).!
Reza : ini harus digugurkan sit!
Siti :
apa ka!
Reza :
gugurkan!
Siti :
tidak!
Reza :
aku masih belum siap sit !!pahami itu! dasar perempuan keras kepala!
Siti :
(Menampar wajah reza)(menangis)
:
kaka jangan hendak enaknya saja, pokoknya sekarang aku mau kaka tanggung
jawab..nikahi aku!
Reza :
tidak mungkin sit!..lihat keadaanku, ayahku seorang seorang pejabat terpandang,
bagaimana kalau orang tahu, kalau anaknya menghamili seorang wanita dan sudah
berumur 6 bulan. Dia pasti memarahi ku..pandang posisiku sit!(nada keras)
Siti :
aku juga pasti akan dibunuh sama keluarga ku ,kau tau kan bagaimana keadaan
dirumah.. jadi aku harus bagaimana ka?
Reza :
ya digugurkan..(tegas)
Siti :
ka!!,..(menangis)
Reza :
sit..!
Siti :
sudah kukatakan tidak!...(menangis tersedu-sedu)
Reza :
(bingung, resah bimbang..sambil mengotak atik HP, kemudian berdiri beranjak
ingin meninggalkan siti.)
Siti :
mau kemana ka?
Reza :
(tenang..) sebentar kaka mau beli rokok dulu ya…
Siti :
(diam, dan mengiyakan, terisak-isak menangis)
Reza :
(Keluar panggung)
TIDAK BERAPA LAMA REZA DAN DUA TEMANNYA DATANG KEMBALI DAN
DUDUK DISEBELAH SITI, SATU TEMANNYA (IBUR) BERADA DI SAMPING SITI DAN SATUNYA
LAGI (JUJUN) BERDIRI DISAMPING REZA.
Siti :
siapa mereka ka
Reza :
(dingin) teman!!!..sit..maaf kaka harus melakukan ini..
IBUR LANGSUNG MEMBEKAP MULUT SITI, DAN LANGSUNG MENCEKIK
DENGAN TANGAN KIRI, SITI TERBARING DI ATAS KURSI DAN BERUSAHA MELEPASKAN
CEKIKAN IBUR, TAPI TIDAK SANGGUP.. DAN AKHIRNYA IA MATI TAK BISA BERNAFAS
iBUR :
Jun! cepat ambil kain…di motor
Jujun :
(lansung berlari keluar)
Reza :
apa yang harus kita lakukan dengan siti bur?
Ibur :
tenang za, aku sudah mempersiapkan semuanya, pokoknya kamu terima beres,,
Reza :
oke bur..kuserahkan semua padamu,,(sambil menyerahkan sejumlah uang yang telah
disiapkan sebelumnya), ingat bur perjanjian kita, jangan bawa-bawa aku lagi, aku
mau pergi dulu
Ibur :
Ok bos…tenang saja.
Reza :
(meninggalkan panggung)
TAK BERAPA LAMA DATANG JUJUN MEMBAWA SEBUAH KAIN
Jujun :
ini bur kainnya. gila kamu bur, gak
nyangka kamu melakukan ini,
Ibur :
tenang jun, makanya kau gak bilang, kalau
kau tau duluan, pasti kamu gak bakalan ikut..hahahaha,,
Udahlah jun, cepet bantuin aku, kamu ambil
motor , Cepat!
Jujun :
(mengiyakan lalu pergi keluar panggung)
Ibur :
(menghamparkan kain dibawah kursi, kemudian mendorong tubuh siti dari kursi kebawah,
kearah kain yang di hampar) (kemudian ia membungkus tubuh siti dengan kain itu,
lalu ia menyeret tubuhnya, seperti menyeret karung yang berisikan pasir)
IBUR MENINGGALKAN PANGGUNG
LAMPU PADAM
BABAK II
LAMPU MENYALA
SEORANG PEDAGANG ASONGAN BERJALAN MEMASUKI PANGGUNG,
Pedagang :
(logat jawa kental), waduh..sunyi bener malam mini, biasanya jam segini sudah habis
daganganku. apes banget.! (berjalan
kearah kursi kemudian duduk), nasib jadi orang rendahan seperti ku ini, kalian
tau, aku ini berteman akrab dengan seorang anggota DPR Loe, tapi itu dulu,
sebelum ia mendapatkan jabatannya, dia berjanji kepada ku seandainya dia akan
sukses, ia akan memperhatikan nasib-nasib rakyat tak mampu, tapi nyatanya
sangat jauh sekali, baru kusapa saja ia sudah merasa terganggu denganku.
Haduhhhhh,,inilah nasib rakyat bawahan…yah nasib..nasib
DATANG IBUR DAN JUJUN DENGAN KEADAAN MABUK, TERLIHAT DITANGAN
JUJUN SEBOTOL MINUMANKERAS SEDANG IBUR MEMBAWA GITAR KEMUDIAN MEREKA DUDUK
DISEBELAh PEDAGANG
Pedagang :
(gugup dan diam mematung)
IBUR :
jun, gimana enakkan kan loe ikut gue, kaga rugi loe punya sohib kaya gue ini,
Sini!!!! (merebut botol minuman ditangan jujun dan menyerahkan gitar ditangan,
kemudian ia minum)
Jujun :
Hhahaha..loe ini bur, tapi gue bingung, kok kamu sampai sekarang belum kawin
juga sih (mengotak-atik gitar)?
Ibur :
hahaha, tenang jun, kawin itu perkara mudah, tinggal sorong aja selesai,
hahahaha
Jujun :
jadi masalahnya apa..????
Ibur :
yah jun, gue mah kaga punya kerjaan, mau makan apa ntar, makan tai kebo!!. gue
ingetin jun sama loe, loe mesti kerja dulu baru kawin.
Jujun :
tumben loe pinter bur
Ibur :
(menjitak kepala Jujun) ibur..orang paling pinter tanpa sekolah..dan akhirnya
dapat ijazah pengangguran, hahahahaha
KEMUDIAN IBUR MENGUBAH POSISI DUDUKNYA MENGHADAP KEARAH
PENONTON, LALU DIA MENOLEH KEARAH PEDAGANG, PEDANGANG PUN MEMBERIKAN SENYUMAN
SAMBIL MENGANGGUKKAN KEPALANYA DAN DI IKUTI BALASAN SENYUM IBUR. DAN KEMBALI
MENGHADAP PENONTON, LALU IA MENOLEH LAGI KEARAH PEDAGANG DENGAN TATAPAN KOSONG.
Ibur :
loe ngidung pembicaraan gue ha??
Pedagang :
nguping bang.
Ibur :
loe ngeledek gue. Gue bilang idung ya idung titik, tanpa ada koma apalagi tanda
seru.
Pedagang :
iya bang.
Ibur :
jadi ngapain loe berada ditempat kekuasaan gue ini! Ini tempat gue paham! Ini
tempat dibikin pemerintah khusus buat gue.
Pedagang :
saya Cuma istirahat saja bang disini
Ibur :
haa…loe musti bayar sama gue
Pedagang :
dagangan saya kaga laku bang.
Ibur :
bohong yaa..kamu bohong yaaa…
Pedagang :
beneran habis bang.
Ibur :
hah..!!!! (berdiri) kalu gitu rokok-rokok
Pedagang :
ora ono bang (gugup)
Ibur :
ORAAAA ONOOOOOOOOOO….(dengan nada bingung)
Wah. Nama rokok baru yaa… ya sudah ora ononya
sebatang!!!
Pedagang :
itu ora ono itu.itu
Ibur :
Cepetin ora ononya sebatang!!
Pedagang :
itu…..
Ibur :
lekas cung….
Pedagang :
ora ono itu artinya kaga ada bang.
Ibur :
kaga adaaaaaaaa….(bingung), lo nantangin gue..mana ora ononya
Pedagang :
beneran bang. Ora ono itu kaga ada.
Ibur :
jadi dari tadi loe ngobohongin gue, (mengangkat menggenggam kerah baju
pedagang)
Jujun :
sudah bang…rokoin aja..
Ibur :
apa loe kata..ngeledek juga loe..
Jujun :
maksud gue sikat aja bang…
Ibur :
(mengancang-ancang hendak memukul pedagang)
TAPI TIBA-TIBA TERDENGAR MUSIK SERAM
LAMPU BERUBAH REMANG-REMANG KEMUDIIAN MENJADI SURAM BERWARNA
MERAH KEKUNING KUNINGAN, ASAP MENGEPUL DI PANGGUNG DAN KURSI SERTA PEPOHONAN
BERGOYANG.
MUNCUL WAJAH MENYERAMKAN DARI BELAKANG KURSI, TATAPAN MATANYA
TAJAM KEARAH PENONTON KEMUDIAN IA PERLAHAN-LAHAN MELIHAT ORANG-ORANG
DISEKITARNYA, LALU BERJALAN KEARAH PANGGUNG SEBELAH KIRI (JALAN RITMIK),
KEMUDIAN TERTAWA MELENGKING
LAMPU PUN SEMAKIN TERANG, IBUR DAN JUJUN PUN TERSADAR KALAU
DIA ADALAH ORANG GILA YANG SERING BERKELIARAN DISEKITAR TEMPAT ITU.
Orang gila :
rukuyyyyyyyyyyyyyyyyyyy…….
Jujun :
(melihat kearah orang itu dan sadar kalu dia orang gila)
bang dia kan orang gila yag sering keliaran
di pasar
Ibur :
(membuka seluruh jari yang menutupi wajahnya)
Dasar setan..
Jujun :
bang dia mah bukan setan dia orang gila.
Ibur :
astagaaaa,,, gue keceplosan.heh kok kaya bencong gini, gue kan preman,
(kemudian mengusap mukanya dan merubahnya mimik menakutkan), hoyy, ngapain loe
kesini..kaga tahu gue siapa?
Orang gila :
Rukuyyyyy….
Jujun :
nyebut bang, dia kan orang sinting, mana mungkin dia paham maksud loe bang.!
Ibur :
gue juga tahu, gue Cuma ngetes doang, kalau dia orang gila atau bukan,
Jujun : (melihat kearah ibur
dengan dalam)
Ibur :
apa liat-liat apakah tampangku kelihatan muka pendusta seperti yang ada di
gedung2 sana.
Orang gila :
(mendekati ibur dan jujun)
IBUR DAN JUJUN
PUN BERLARI KEARANG PANGGUNG SEBELAHNYA
Jujun :
bang, loe gak berani ma nie orang sinting..
Ibur :
ape loe kate,,gue smash juga nie..
Jujun :
terus kenape loe lari,mmm, abang takut ya..?
Ibur :
mau ngerasain kue apam ini loe (mengangkat tinju), gue kaga takut gue jijik
aja.
Orang gila :
rukuyy….rukuyyyy
Jujun :
bang dia pengen rokok katanya
Ibur :
loe ngerti bahasa orang sinting!
Jujun :
sedikit-sedikit bang, kan gue sering ngelobi mereka.
Ibur :
ya udah kasih rokoknya sana!
Jujun :
nih(menyerahkan rokok ke orang gila), pergi loe..(menendang orang gila) dasar gila
Orang gila :
(melambaikan tangan tanda menyuruh jujun menundukkan kepala)
(menjitak jujun ) gue tidak sinting
bro..(marah) gue masih bisa mikir.. gue kaya gini karena gue ini sinting, paham
gak..!.awas kalau ngatain gila , hidup loe gue bikin sinting (kemudian tertawa melengking
dan lari pergi, , hahahaha)
IBUR DAN JUJUN PUN KEMBALI DUDUK KE BANGKU
Ibur :
orang gila sialan, bikin kaget saja, jun pedagang tadi mana?.
Jujun :
lah dia udah kabur duluan bang.!
Ibur :
ya sudah lah, bukan rezeki kita kali. (minum lagi kemudian berbaring di kursi)
Jujun :
bang tidur yaa..?
Ibur :
mana ada orang tidur ngejawab, bego loe? Awas loe ganggu lagi!!
Jujun :
(memetik gitar kemudian bernyanyi ebit g ade)..
Ibur :
hahhh,hahhhhahhhhh,,,hahhhh,,,fals banget suara, sakit telinga gue tahu. Sini
gitarnya..dengerin gue, belajar dong..jadi tiap malam kita bisa hiburan
(kemudian memetik gitar dan bernyanyi)
BERNYANYI DENGAN KERAS KEMUDIAN BERHENTI SECARA
TIBA-TIBA
Jujun :
kok berhenti bang?
Ibur :
ada yang kelupaan..minum dulu boy…..hahahahahaha….
Jujun :
oh, iya sampai lupa kita bang,,hahahah (ikut minum)
Ibur :
(mengotak atik HP)
Jujun :
mau ngapain bang?
Ibur :
menelepon Reza, biar minta tambahin minuman, heheheh (kemudian ibur berbincang
dengan reza agar ia datang ketempat biasa yaitu ditempat ini, akan tetapi
ditengah percakapan terdengar suara wanita mengganggu percakapan mereka, ibur
pun semakin bingung sambil mengotak atik HPnya, akhirnya karena bingung ia
mematikan hpnya)
KETIKA IBUR MENUTUP TELP SUASANA BERUBAH SERAM, BUNYI MUSIK
TERUS BERBUNYI LAMPU PUN BERUBAH MENJADI MERAH, TIBA-TIBA MUNCULLAH HANTU SITI
1. SEORANG WANITA BERPAKAIN BUNTING DENGAN WAJAH YANG SANGAT MENYERAMKAN DARI
BELAKANG KURSI WAJAHNYA DITUTUPI RAMBUTNYA YANG PANJANG. KEMUDIAN IA BERJALAN
KEMUKA, DAN TERTAWA MELENGKING.
Jujun :
(langsung pingsan)
Ibur :
Sitiiiiiiiiiiiii…….tidak mungkin,,,(terderngar jeritan Ibur karena tercekik
lehernya dari jarak jauh oleh siti)
BEBERAPAKALI IBUR TERPELANTING KARENA DI CEKIK OLEH HANTU
SITI 1 DARI JARAK JAUH DAN KEMUDIAN IBUR MATI KARENA TERCEKIK, JUJUN PUN SIUMAN
DARI PINGSAN DAN LANGSUNG MENDEKATI IBUR LALU IA MENJERIT KARENA IBUR TELAH
TIADA, DIA PUN TIDAK SADAR KALAU HANTU SITI 1 SUDAH ADA DIBELAKANGNYA, KEMUDIAN
SITI LANGSUNG MEMEGANG KEPALA JUJUN DAN MEMPELINTIRKANNYA HINGGA IA JUGA TEWAS.
LALU HANTU SITI 1 DUDUK DI ATAS KURSI DAN TERTAWA LEPAS.
TAK BERAPA LAMA REZA DATANG DAN TERKEJUT MELIHAT DUA ORANG
TEMANNYA TEWAS. DIA BINGUNG SIAPA YANG MEMBUNUH DUA TEMANNYA, KEMUDIAN
TERDENGAR SUARA MELENGKING DARI KURSI
Hantu Siti 1 :
(MEMANGGIL) rezaaaa…rezaaaaa.rezaaaaaaaaa
REZA SANGAT TERKEJUT KARENA TERNYATA SITI TERTAWA. REZA PUN
SETENGAH MATI KETAKUTAN,
Reza :
(GELAGAPAN) hah siti! siti maafkan aku, ampuni aku siti. Siti aku akan
bertanggung jawab akan apa yang aku lakukan kepadamu. Siti tolong maafkan aku.
Aku benar-benar menyesal siti. Aku akan menyerahkan diriku kepada pihak
berwajib.
Siti sungguh, aku sangat mencintaimu siti,
siti benar-benar aku sayang kamu, aku sangat cinta kepadamu (BERJALAN MENDEKATI
HANTU SITI 1, AKAN TETAPI HANTU SITI MUNDUR MENJAUHI REZA HINGGA HILANG DAN
TERSISA ISAKAN TANGISNYA TERDENGAR SAYUP)
(BERTERIAK)
Sitiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii…………………….
LALU REZA TERDUDUK DI KURSI MENANGIS KENCANG DENGAN MUKA PENYESALAN
Reza :
(SUARA SERAK KECIL) Sii ti i……(LAMPU REDUP PERLAHAN)
LAMPU TIBA-TIBA MENYALA LAMPU WARNA MERAH KEARAH KURSI.
BERBARENGAN DENGAN KEMUNCULAN HANTU SITI 2 DARI BELAKANG KURSI DAN MENCEKIK
REZA DARI BELAKANG. LENGKINGAN SITI BERGEMA BERSAMA TERIAKAN KEMATIAN REZA
LAMPU PADAM (End)
Martapura, 15 April 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar