DAKWAH BANJAR

Sebuah Media Informasi. | مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ |"Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."

Senin, 27 Juli 2026

HALAU-HALAU DALAM CATATAN PENDAKIAN MERAH PUTIH

 

HALAU-HALAU DALAM CATATAN PENDAKIAN MERAH PUTIH

 Oleh Muhammad Rajudin Nor (Beruhuy Loekaas)

Pendakian Nasiobal Merah Putih (PNPM) Puncak Gunung Halau-halau 1901 MDPL di desa Hinas Kiri Kabupaten Hulu Sungai Tengah (Kab.HST) dilaksanakan pada tanggal 14-19 Agustus 2023 oleh Mapala Uniska Banjarmasin.

Naskah Bapandung "PINTAR-PINTAR MAMAKAI MEDIA SUSIAL"

 

PINTAR-PINTAR MAMAKAI MEDIA SUSIAL

"Beruhuy Loekaas"

 

PANTUN SYAIR :               

Ada urang manimbang bawang, manimbang bawang tuju ka ilir

Ini bamula handak bapandungan, kalawan bismillah mambuka pandir

Naskah Bapandung " AMAS TU MURAH, WAKTU NANG LARANG "

 

AMAS TU MURAH, WAKTU NANG LARANG

Beruhuy Loekaas 

Tokoh Pemandungan     : Babinian

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

(PANTUN SYAIR :             inilah palita andak bamija, kadalam rumah dinyala akan

inilah carita parak bamula, kalawan bismillah dibuka akan)

MAMAKAI BAJU DASTAR WAN TANGKULUK DI KAPALANYA SAMBIL MEMBAWA BUNTALAN NANG DIINGKUTI DIPINGGANG MASUK KATANGAH PANGGUNG. DI PANGGUNG SUDAH DISEDIAKAN KURSI.

BAPANDUNG "MUNTUNG KADA BATATA"

 

MUNTUNG KADA BATATA

Di Adaptasi Oleh Beruhuy Loekaas 

(PANTUN SYAIR : sabuah bilah andak barata, diatas wadah diamparakan

                                sabuah kisah handak bamula, dengan bismillah diucapakan)

Rabu, 15 Juli 2026

SETAN BUNTING 2 (Naskah Teater Komedi)

 

Naskah Teater Komedi

SETAN BUNTING 2

Karya Rajudin Ucuk Sadank Maantara

 

Personal Cast :

1.       Reza (seorang laki-laki berumur 28 Tahun)

2.       Siti ( Seorang Perempuan berumur 24 Tahun

3.       Ibur ( Preman Kampung berumur 39 tahunan)

4.       Jujun (Preman Kampung berumur 33 tahunan)

5.       Pengasong (Pedagang asongan)

6.       Orang Gila

7.       Hantu Siti 1

8.       Hantu Siti 2

 

TAWADDU’ karya Rahmat Saleh

TAWADDU’

karya Rahmat Saleh




Merunduklah !

Engkau akan menjadi bintang

Yang menyilaukan mata orang

Yang memandang di atas air

Sesungguhnya ia adalah tinggi.

Janganlah engkau menjadi asap

Yang naik sendiri ke atas udara

Sesungguhnya ia adalah rendah.

Terpujilah perangai pemuda

Yang merendahkan diri pada orang lain

Karena sesungguhnya adalah agung.

Teramat nistalah

Orang yang merasa dirinya mulia

Karena sesungguhnya di mata orang

Ia adalah hina


Martapura, 4 April 2004

SEBUAH PENGHARAPAN KARYA RAHMAT SALEH

SEBUAH PENGHARAPAN

Goresan Pena: Rahmat Saleh


Kasih, malam telah berlalu 

Dan siang telah siap menampakkan diri.

Aku gelisah apakah harapanku engkau terima

hingga aku merasa bahagia.


Ataukah engkau tolak 

Sehingga kau merasa sedih.

Demi kasih dan sayang ku, 

Inilah yang akan ku lakukan.

selama engkau tiada memberi jawaban.


Sekiranya Engkau usir Aku dari pintu rumahmu,

Aku tidak akan pergi.

Karena cinta ku pada mu telah memenuhi hatiku.


Martapura, 28 September 2004

Minggu, 12 Juli 2026

Tanah Adat (Naskah Teater)

 

TANAH ADAT

Diangkat dari Cerpen “Bawin Balian”

Karya A. Setia Budhi

Di sadur oleh Beruhuy Loeka’as

Martapura, 21 November 2016

Para Pelaku :

1.    Ulak Bawi, Bawin balian

2.    Ayuh, Cucu dari Saudara Ulak Bawi

3.    Eme, Perempuan muda yang sering menemani Ulak Bawi

4.    Ula, Perempuan muda yang sering menemani Ulak Bawi

5.    Muna, Isteri pak camat

6.    Idang, Pembantu pak camat


BABAK PERTAMA

MUSIK KHAS DAYAK PEDALAMAN MENGALUN (GAMELAN, KURIDING SERTA GELANG GIRING). TERDENGAR SAYUP-SAYUP SUARA JERITAN MANUSIA-MANUSIA YANG KESAKITAN MENGHADAPI SAKARATUL MAUT.

 

LAMPU MENYALA TEMARAM MENYOROT KE TENGAH BALAI

ULAK BAWI SEORANG BALIAN PEREMPUAN SEDANG MELAKUKAN RITUAL, KEMUDIAN DIA MULAI BEMAMANG LALU MENARI MENGITARI LUMBUNG-LUMBUNG DITENGAH BALAI DENGAN SEBILAH MANDAU DI TANGANNYA .

 

LAMPU PADAM TEMARAM

SUARA MAMANG ULAK BAWI TERDENGAR SAYUP-SAYUP SEIRAMA DENGAN BUNYI (GAMELAN, KURIDING, GELANG GIRING)

LAMPU MENYALA

DUA ORANG PEREMPUAN DAYAK MERATUS BERDIRI BERHADAPAN, MEREKA MEMPERBINCANGKAN TEWASNYA PULUHAH ORANG KARYAWAN PERKEBUNAN SAWIT, DAN BEBERAPA WARGA DAYAK YANG TURUT MENJADI KORBAN. DAN PENYEBAB KEMATIAN ITUPUN TIDAK DIKETAHUI PERBUATAN SIAPA. AKAN TETAPI BEBERAPA WARGA MENGANGGAP ITU BERKAITAN DENGAN ULAK BAWI SEBAGAI BALIAN PEREMPUAN DI DUSUN. KARENA HANYA ULAK LAH YANG TERANG-TERANGAN MENENTANG ADANYA PERKEBUNAN SAWIT DI TANAH ADAT ITU.

DAKWAH BANJAR | هذا من فضل ربي