DAKWAH BANJAR

Sebuah Media Informasi. | مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ |"Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya."

Minggu, 12 Juli 2026

Tanah Adat (Naskah Teater)

 

TANAH ADAT

Diangkat dari Cerpen “Bawin Balian”

Karya A. Setia Budhi

Di sadur oleh Beruhuy Loeka’as

Martapura, 21 November 2016

Para Pelaku :

1.    Ulak Bawi, Bawin balian

2.    Ayuh, Cucu dari Saudara Ulak Bawi

3.    Eme, Perempuan muda yang sering menemani Ulak Bawi

4.    Ula, Perempuan muda yang sering menemani Ulak Bawi

5.    Muna, Isteri pak camat

6.    Idang, Pembantu pak camat


BABAK PERTAMA

MUSIK KHAS DAYAK PEDALAMAN MENGALUN (GAMELAN, KURIDING SERTA GELANG GIRING). TERDENGAR SAYUP-SAYUP SUARA JERITAN MANUSIA-MANUSIA YANG KESAKITAN MENGHADAPI SAKARATUL MAUT.

 

LAMPU MENYALA TEMARAM MENYOROT KE TENGAH BALAI

ULAK BAWI SEORANG BALIAN PEREMPUAN SEDANG MELAKUKAN RITUAL, KEMUDIAN DIA MULAI BEMAMANG LALU MENARI MENGITARI LUMBUNG-LUMBUNG DITENGAH BALAI DENGAN SEBILAH MANDAU DI TANGANNYA .

 

LAMPU PADAM TEMARAM

SUARA MAMANG ULAK BAWI TERDENGAR SAYUP-SAYUP SEIRAMA DENGAN BUNYI (GAMELAN, KURIDING, GELANG GIRING)

LAMPU MENYALA

DUA ORANG PEREMPUAN DAYAK MERATUS BERDIRI BERHADAPAN, MEREKA MEMPERBINCANGKAN TEWASNYA PULUHAH ORANG KARYAWAN PERKEBUNAN SAWIT, DAN BEBERAPA WARGA DAYAK YANG TURUT MENJADI KORBAN. DAN PENYEBAB KEMATIAN ITUPUN TIDAK DIKETAHUI PERBUATAN SIAPA. AKAN TETAPI BEBERAPA WARGA MENGANGGAP ITU BERKAITAN DENGAN ULAK BAWI SEBAGAI BALIAN PEREMPUAN DI DUSUN. KARENA HANYA ULAK LAH YANG TERANG-TERANGAN MENENTANG ADANYA PERKEBUNAN SAWIT DI TANAH ADAT ITU.

 

 

Ula ( dahinya mengerinyit sedang berpikir kemudian menatap tajam ke arah eme dengan sedikit emosi)

Mana mungkin Ulak yang membunuh seluruh karyawan perkebunan serta warga dayak dusun bawah di sekitar perkebunan sawit itu, aku sangat tidak percaya. Dan apa yang membuktikan bahwa Ulak  pembunuhnya

 

Eme

Tapi begitulah berita yang tersiar di dusun bawah, siapa lagi yang bisa melakukan hal itu, mereka semua mati, tapi tidak ada tindak kekerasan. Jadi siapa lagi kalau bukan Ulak pelakunya, Cuma dia yang mempunyai ilmu kesaktian di dusun kita ini. Di tambah lagi Ulak sangat membenci adanya perkebunan sawit di dusun kita. Yang mengambil tanah adat kita semua. Begitu yang aku dengar.

 

Ula

tapi kenapa warga dayak di ujung dusun itu juga ikut menjadi korbannya, bahkan  kelurganya sendiri, isteri Ayuh dan juga cucunya  pun turut menjadi korban, sangat tidak mungkin Ulak tega membunuh warga beserta dan keluarganya sendiri.

 

Eme

hey Ula. Kau tahu, Ulak Bawi pernah berkata keras kepada warga dusun bawah. Buat apa kalian ikut bekerja di perusahaan sawit itu, kalian itu cuma diperalat saja, Cuma sekian rupiah kalian dapatkan sedangkan pemiliknya berlimpah ruah mendapatkan keuntungan.

 

Ula

kasian Ayuh dia terlalu sibuk bekerja dihutan, hingga dia belum mengetahui berita meninggal isteri dan anaknya, lantas apa lagi yang ia katakan kepada warga dusun bawah.

 

Eme

Ulak berkata, ini tanah adat, yang harus di jaga kesuciannya, Kalian tunggu saja, nasib anak cucu warga dusun kita. Bahkan kemungkinan kehancuran suku kita semua di tanah adat ini. Nah mungkin karena itu ulak dituduh sebagai pembunuhnya.

 

 

 

TANPA SEPENGETAHUAN ULA DAN EME ULAK SUDAH BERDIRI DIDEPAN PINTU BALAI KEMUDIAN DIA BERJALAN KETENGAH BALAI SAMBIL MEMBAWA BUTAH DAN PERALATAN MENGINANG.

Ulak Bawi

apa yang kalian bicarakan, kalian juga jangan terhasut oleh mulut-mulut keserakahan dan kemunafikan Eme, Ula. (acuh dan terus berjalan kemudian duduk, lalu mengeluarkan bumbung air,beberapa daun sirih)

 

Ula (memandang ulak kemudian tertunduk sedikit)

Maafkan kami ulak. Ulak dari mana

 

Ulak Bawi

Aku ke dusun bawah ula (terus memakan sirih-sirih tanpa memperdulikan ula dan eme yang terheran-heran dengan jawabannya itu)

 

ISTER PAK CAMAT BESERTA PEMBANTUNYA DATANG KE BALAI UNTUK MENEMUI ULAK BAWI.

Pembantu Pak Camat

Permisi

 

Ulak Bawi

apa lagi yang kau ingin kan muna, kau ingin membujukku lagi. Itu tak akan berhasil muna.

Katakan pada Pak Camat suamimu itu. Sampai kapanpun tanah di ujung sungai itu tetap menjadi hak kami dan tidak akan kami lepaskan    

 

Moena

bukan itu maksud kedatanganku kesini Ulak, kami kesini Cuma mau bertanya apakah Ulak sudah mengetahui sebab kematian karyawan-karyawan itu. Bukankah ulak sudah mengadakan upacara untuk mencari tahu siapa pembunuhnya. (matanya mengarah tajam kepada ulak)

 

 

 

 

Ulak Bawi

Dasar kalian semua sama.! berhati busuk.! Kalian adalah maling yang sempurna, memfitnah ku supaya aku pergi meninggalkan dusun ini, kemudian sedikit-sedikit kalian akan menggerogoti tanah kami hingga seluruh warga meninggalkan kampung ini. Ini kan rencana kalian semua!

 

Moena

Ulak. Jangan salah sangka, janganlah ulak memprovokasi kembali warga seperti itu.

 

Ulak Bawi (menatap tajam kearah penonton kemudian ulak langsung mencabut  Mandau di tangannya)

Hah, aku memprovokasi.? kalian tuduh aku telah berbuat dosa karena melawan pemerintah.! dan kalian sebut aku menjadi provokatornya. (tersenyum berat dan sinis.  Biarlah semua orang disini memanggilku provokator, tidak apa. Tapi mereka tetap datang kepadaku. Dan semakin jelas sekarang posisi aku dan posisi kalian. (sambil mengcungkan mandau kea rah isteri pak camat)

 

Moena (tertegun, terlihat mimik puas dengan sedikit senyum di bibirnya, lalu berpandangan dengan pembantunya kemudian ia meninggalkan balai)

Ulak kami permisi.

 

ULAK KEMBALI MENARI SAMBIL MEMAINKAN MANDAU DITANGAN KANAN DAN GELAS BAMBU DITANGAN KIR KEMUDIAN IA MENINGGALKAN BALAI. TIDAK BERAPA LAMA AYUH DATANG DENGAN MENENTENG TOMBAK DENGAN MUKA  PENUH KEMARAHAN.

Ayuh (tatapan penuh kemarahan)

Eme, Ula apakah benar berita yang tersiar di dusun ini. Tentang uwakku ulak bawi

 

Ula

kau jangan terhasut oleh mulut-mulut busuk itu Ayuh, tidak mungkin uwakmu tega membunuh warga dusun bawah apalagi membunuh isteri dan anakmu.

 

Ayuh

begitukah sikap seorang balian, yang seharusnya melindungi warga

 

 

Ula

Ayuh.! Jaga mulutmu itu di itu uwakmu tak pantas kau berkata seperti itu. Sudah aku bilang kau jangan termakan omongan mereka. Mereka Cuma menghasutmu saja Ayuh.

 

Ayuh (berkata dengan keras penuh emosi)

Ulak Bawi harus bertanggung  jawab atas kematian anak dan isteriku Ula. Dimana dia Ula.?

 

 

Ula

Ayuh….!!!!!!!

 

AYUH BERLALU MENINGGALKAN  ULA DAN EME DI BALAI MENCARI KEBERADAAN ULAK BAWI. ULAK BAWI KEMBALI KETENGAH BALAI DENGAN MEMBAWA GELAS BAMBU. KEMUDIAN TERSENYUM SINIS SAMBIL MEMANDANGI GELAS ITU. TAK BERAPA LAMA AYUH SECARA DIAM-DIAM MENDEKATI ULAK BAWI YANG LAGI DUDUK DI TENGAH BALAI. SEMBARI MENCABUT MANDAU DI PINGGANGNYA HENDAK MEMBUNUH ULAK BAWI

 

Ulak Bawi

Ayuh..kau tak usah repot-repot membunuhku, aku juga pasti akan mati, kau juga akan mati, dan seluruh warga tanah adat ini semua akan mati. Sama seperti seluruh karyawan perusahaan itu.  Ayuh kau jangan buta dengan suara-suara manis dunia. Cobalah pahami siapa dalang di balik semua itu.  

Uhkkk..uhkkk…Bruackkkkkkkkkkkkkkkk.. (Ulak Bawi muntah darah, kemudian ia mencabut Mandau di pinggangnya dan mengayunkan kearah gadang pisang di tengah balai). Ayuh, kau jangan termakan hasutan, seandainya bulan diletakkan di atas tanganku. Aku tidak mungkin mau membunuh dan meracuni warga ku sendiri, lindungi tanah adat kita ini dengan tanganmu. Untuk anak cucumu nanti dan suku kita..

 

ULAK BAWI TERBARING KAKU HILANG SEGALANYA NYAWA YANG ADA DALAM DIRINYA CUMA MANDAU DITANGANNYA YANG MENANCAP DI ATAS GADANG PISANG.

 

LAMPU PADAM TEMARAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DAKWAH BANJAR | هذا من فضل ربي