Disudut hiruk pikuk panasnya
kota, berdirilah sebuah kedai sederhana milik ipin jambul. Walau letak kedai
itu jauh dari pusat keramaian kota , namun pelanggan yang datang silih berganti
bahkan ada sebagian orang yang menjadi langganan di kedainya.
Pada suatu pagi, ipin membuka
jualannya tak berselang beberapa lama datang nanang kelalapon dengan wajah yang
kusam karena bangun dari tidurnya dan belum mandi.