MUNTUNG KADA BATATA
Di Adaptasi Oleh Beruhuy Loekaas
(PANTUN SYAIR : sabuah bilah
andak barata, diatas wadah diamparakan
sabuah
kisah handak bamula, dengan bismillah diucapakan)
خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ | Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.
MUNTUNG KADA BATATA
Di Adaptasi Oleh Beruhuy Loekaas
(PANTUN SYAIR : sabuah bilah
andak barata, diatas wadah diamparakan
sabuah
kisah handak bamula, dengan bismillah diucapakan)
Naskah Teater Komedi
SETAN BUNTING 2
Karya Rajudin Ucuk Sadank Maantara
Personal
Cast :
1. Reza
(seorang laki-laki berumur 28 Tahun)
2. Siti
( Seorang Perempuan berumur 24 Tahun
3. Ibur
( Preman Kampung berumur 39 tahunan)
4. Jujun
(Preman Kampung berumur 33 tahunan)
5. Pengasong
(Pedagang asongan)
6. Orang
Gila
7. Hantu
Siti 1
8. Hantu
Siti 2
SEBUAH PENGHARAPAN
Goresan Pena: Rahmat Saleh
Kasih, malam telah berlalu
Dan siang telah siap menampakkan diri.
Aku gelisah apakah harapanku engkau terima
hingga aku merasa bahagia.
Ataukah engkau tolak
Sehingga kau merasa sedih.
Demi kasih dan sayang ku,
Inilah yang akan ku lakukan.
selama engkau tiada memberi jawaban.
Sekiranya Engkau usir Aku dari pintu rumahmu,
Aku tidak akan pergi.
Karena cinta ku pada mu telah memenuhi hatiku.
Martapura, 28 September 2004
TANAH ADAT
Diangkat dari
Cerpen “Bawin Balian”
Karya A. Setia
Budhi
Di sadur oleh
Beruhuy Loeka’as
Martapura, 21 November 2016
Para Pelaku :
1.
Ulak Bawi, Bawin balian
2.
Ayuh, Cucu dari
Saudara Ulak Bawi
3.
Eme, Perempuan muda
yang sering menemani Ulak Bawi
4.
Ula, Perempuan muda
yang sering menemani Ulak Bawi
5.
Muna, Isteri pak
camat
6.
Idang, Pembantu pak
camat
BABAK PERTAMA
MUSIK KHAS DAYAK
PEDALAMAN MENGALUN (GAMELAN, KURIDING SERTA GELANG GIRING). TERDENGAR SAYUP-SAYUP
SUARA JERITAN MANUSIA-MANUSIA YANG KESAKITAN MENGHADAPI SAKARATUL MAUT.
LAMPU
MENYALA TEMARAM MENYOROT KE TENGAH BALAI
ULAK BAWI SEORANG
BALIAN PEREMPUAN SEDANG MELAKUKAN RITUAL, KEMUDIAN DIA MULAI BEMAMANG LALU MENARI MENGITARI LUMBUNG-LUMBUNG
DITENGAH BALAI DENGAN SEBILAH MANDAU DI TANGANNYA .
LAMPU
PADAM TEMARAM
SUARA MAMANG ULAK BAWI TERDENGAR SAYUP-SAYUP
SEIRAMA DENGAN BUNYI (GAMELAN, KURIDING, GELANG GIRING)
LAMPU
MENYALA
DUA ORANG
PEREMPUAN DAYAK MERATUS BERDIRI BERHADAPAN, MEREKA MEMPERBINCANGKAN TEWASNYA
PULUHAH ORANG KARYAWAN PERKEBUNAN SAWIT, DAN BEBERAPA WARGA DAYAK YANG TURUT
MENJADI KORBAN. DAN PENYEBAB KEMATIAN ITUPUN TIDAK DIKETAHUI PERBUATAN SIAPA.
AKAN TETAPI BEBERAPA WARGA MENGANGGAP ITU BERKAITAN DENGAN ULAK BAWI SEBAGAI
BALIAN PEREMPUAN DI DUSUN. KARENA HANYA ULAK LAH YANG TERANG-TERANGAN MENENTANG
ADANYA PERKEBUNAN SAWIT DI TANAH ADAT ITU.
SANGGAR ARRUMI
TELAH BERUBAH
(cerita dalam
berita)
|
|
![]() |
| Sekretariat Gedung 2 : Jumbuh (orange), Tuki (ungu), Mangker (cokelat), Guru Udin (Singlet putih) |
MAMUJI MEMBAWA RAZAKI, MAHINA
MEMBAWA CALAKA.
Alkisah ada sabuah kampung nang bangaran Kampung Tandui. Kampung ini babalakangan lawan sungai jadi kabiasaan urang di kampung ini kabila mandi, batapas, pasti samunyaan di sungai. Takisah jua di Kampung Tandui ada dua urang nang bangaran Galuh Intan wan Galuh Idang nang rumahnya batatai bahigaan.
Galuh Intan ini lembut banar pandirannya kalawan nang tuha batata bujur, tabalik lawan parangainya si Galuh Idang. bila bapandir kalawan urang liwar kada baadab jadi banyak nang kada katuju lawan inya. tapi Galuh Intan kada parnah abut kalawan sifatnya si Galuh Idang.
Hari itu sungsung galuh intan wan Galuh Idang kasungai handak batapas. Lagi kaasikan batapas, sakalinya tapih
bahalai ampunnya Galuh Intan larut. Limbah batapas hanyar sadar si galuh intan
sabuting tapihnya kadada, jadi batakunan lawan galuh idang,
“dang, ikam ada talihat kah tapih
bahalai yu?”,
“nah Kada tahu aku, ikam tu nah kada parhatian
lalu, larut kalo” basuara nyaring ujar galuh Idang.
“bisa jua pang lah larut. Mun
kaitu hakun lah menggani akan aku ka hilir mencari tapih” Galuh Intan
manjalaskan.
“koler nah, nyawa sorang bisa ai
kalo. Salang minta gani akan. Tuha sudah” sahut Galuh Idang
Akhirnya Galuh Intan bajukung saurangan
tuju ka ilir mencarii tapih nintu, sambal bakayuh Galuh Intan sampai ka kampung
subalah, jadi Galuh Intan batakun lawan acil-acil yang lagi batapas di pinggir
sungai.
Pesantren Miftahul Khairiyah dulunya bernama Pesantren Madrasah Islam Miftahul Khairiyah didirikan pada tanggal 1 Agustus 1932 Oleh K.H. Abdul Majid bin Tarif bersama ulama-ulama, tokoh masyarakat dan segenap lapisan masyarakat cempaka. Pembangunan pesantren ini merupakan usaha untuk generasi berikutnya. Pesantren pada awalnya dibuka dengan tingkat dasar yaitu Awwaliyah/Ibtidaiyah. Selain pagi hari pesantren ini juga dibuka pada malam hari oleh karena itu pesantren ini disebut juga Sekolah Arab atau Sekolah Darussalam.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tiap waktu manusia tidak henti-hentinya bergerak melakukan kegiatan untuk mencari dan meraih harapan kesempurnaan kehidupan. Dari sekian harapan itu adalah kesempurnaan dalam kehidupan spiritual. Kesempurnaan spiritual adalah salah satu bagian dari kebutuhan dasar bagi manusia dalam mengarungi kehidupan di dunia ini dan agama menjadi salah satu media alternatif untuk mendapatkannya.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sesuai dengan tuntunan zaman sekarang ini yang harus mengharuskan setiap manusia agar memiliki pendidikan yang bagus dalam menjalani kehidupannya, otomatis pendidikan memang peranan yang amat penting. Pastinya baik, bermutu tidaknya sebuah inatitusi pendidikan sangat bergantung pada system kurikulumnya.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan faktor utama dalam membangun suatu bangsa. Melalui pendidikan suatu bangsa menjadi cerdas, terampil dan berbudi pekerti luhur. Pendidikan berbasis kompetensi menitik beratkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu yang sesuai dengan standar performansi yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan mensyaratkan perkembangan kemampuan siswa secara Optimal, dengan kemampuan untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pendidikan pada
dasarnya adalah usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya
manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar.
Evaluasi artinya
penilaian terhadap tingkat keberhasilan siswa mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dalam sebuah program. Kata evaluasi adalah assesment yang berarti
proses penilaian untuk menggambarkan prestasi yang dicapai seorang siswa sesuai
dengan kriteria yang telah ditetapkan. Selain kata evaluasi dan assessment ada
pula kata lain yang lebih dikenal dalam dunia pendidikan kita yakni tes, ujian,
dan ulangan.
Evaluasi biasanya digunakan untuk menilai hasil belajar para siswa pada akhir jenjang pendidikan tertentu, seperti Evaluasi Belajar Tahap Nasional yang kini disebut Ujian Akhir Nasional.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Tujuan
pendidikan mensyaratkan perkembangan kemampuan siswa secara Optimal, dengan
kemampuan untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan dapat memecahkan
masalah yang dihadapi. Sebagai individu, siswa memiliki berbagai potensi yang
dapat dikembangkan. Kenyataan yang dihadapi, tidak semua siswa menyadari
potensi yang dimiliki untuk kemudian memahami dan mengembangkannya. Disisi lain
sebagai individu yang berinterksi dengan lingkungan, siswa juga tidak dapat
lepas dari masalah.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Dalam mempelajari bahasa tidak terkecuali bahasa Arab, salah satu kemahiran yang tidak dapat dikesampingkan begitu saja adalah kemahiran menulis (Maharah al-Kitabah). Menulis merupakan salah satu keterampilan dalam berbahasa dan merupakan suatu kegiatan yang mempunyai hubungan dengan proses berpikir serta keterampilan ekspresi dalam bentuk tulisan walaupun menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa, tetapi dalam proses pembelajaran tidak mungkin dipisahkan dengan keterampilan berbahasa yang lain seperti mendengarkan, berbicara dan membaca. Keempat keterampilan berbahasa itu harus saling melengkapi[1].
BAB III
PEMBAHASAN
A. Hubungan Bahasa Arab Dengan Ilmu Yang Lain.
IJAZAH DARI GURU MULIA ALHABIB 'UMAR BIN HAFIDH KETIKA MASUK RUMAH
.
*ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺳﻮﺭﺓ ﺍﻷﺧﻼﺹ ٣ ﻣﺮﺍﺕ ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ ﺗﻨﻔﻰ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﻋﻦ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﺒﻴﺖ ﻭﻋﻦ ﺍﻟﺠﻴﺮﺍﻥ*
.
Pembacaan suroh al-ikhlash 3 kali ketika masuk rumah adalah menghilangkan kefakiran dari penghuni rumah dan tetangga-tetangga*
.
*ﻗﺮﺍﺀﺓ ﺍﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻰ ﻋﻨﺪ ﺩﺧﻮﻝ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ ﺗﻮﺭﺙ ﺍﻷﻟﻔﺔ ﺑﻴﻦ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻤﻨﺰﻝ*
.
*Pembacaan ayat kursiy ketika masuk rumah adalah menyebabkan keramahan diantara penghuni rumah*
.
*ﻓﻤﻦ ﺍﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻰ ﺑﻴﺘﻪ ﺍﻷﻟﻔﺔ ﻭﺍﻟﺮﺯﻕ ﻓﻼ ﻳﺘﺮﻙ ﺍﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻰ ﻭﺍﻷﺧﻼﺹ ﻛﻠﻤﺎ ﺩﺧﻞ ﻣﻨﺰﻟﻪ
.
Barang siapa yg ingin di dalam rumahnya terdapat keramahan dan rizki, maka janganlah ia meninggalkan membaca ayat kursiy dan suroh al-ikhlash setiap masuk rumahnya*
.
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ
ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍَﺟﻤَﻌِﻴﻦ
.
Silahkan di amalkan.....ijazah untuk umum...
.
_[ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺣﻔﻴﻆ ]_
ﺁﻟﻠّﻬُﻢَ ﺻَﻠّﯿﮱِ ﻋَﻠﮱ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤّﺪْ ﻭَ ﻋَﻠﮱ
ﺁﻝِ ﺳَﻴّﺪﻧَﺂ ﻣُﺤَﻤَّﺪ
.
Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada penghulu dan kepada keluarga penghulu kami Nabi Muhammad."
.
Baca Juga :Telegram / Instagram / Facebook : @ilmu_tareem
Ijazah Al-Habib Ja'far bin Ahmad al-'Aydrus bagi yang suka keliru, banyak fikiran, dan sedih :
Letakkan telapak tangan kanan di bahagian dada kiri kemudian membaca:
ألم نشرح لك صدرك إلي آخرالسوره (٣ مرات)
و من ثم تقول:
"رب اشرح لي صدري ويسرلي أمري ونور لي قلبي وأرفع لي ذكري وطول لي عمري في طاعتك و رضاك بما جاء به سيدنا محمد ﷺ"
Surat al-Insyirah (Alam Nasyrah) 3x, kemudian seterusnya:
Wa nawwir lii Qalbi, warfa' lii Dzikri, wa Thawwil lii Umri, fii Tha'atika wa Ridhaka bima ja'a bihi Sayyidina Muhammad ﷺ.
.
http://t.me/ilmu_tareem