Welcome to my Life

Selasa, 28 Februari 2012

FILSAFAT UMUM IDEALISME, MATERIALISME, EKSISTENSIALISME


A.   LATAR BELAKANG
Secara umum aliran Materialisme, Eksistensialisme, dan Idealisme merupakan suatu aliran filsafat yang lahir karena ketidakpuasan beberapa filusuf memandang filsafat pada masa yunani hingga modern, seperti protes terhadap rasionalisme yunani. Oleh karena itu, mereka ingin menghidupkan kemabali rasionalisme keilmuan subyektifitas (individualisme), humanisme, dan lepas dari pengaruh atau dominasi agama (gereja).
B.   TUJUAN PENULIS
Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.     memenuhi tugas dari dosen mata kuliah filsafat umum.
2.     untuk megetahui aliran-aliran ilsafat modern.
3.     untuk meningkatkan kreatiitas dalam pembuatan makalah.
C.   METODE PENULIS
Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan metode kepustakaan dan media internet dengan mengumpulkan bahan-bahan yang sesuai dengan judul makalah yang akan dibahas
BAB II
PEMBAHASAN
A.               MATERIALISME
Materialisme adalah aliran yang memandang bahwa segala sesuatu adalah realitas, dan realitas seluruhnya adala materi belaka. Tokoh aliran ini adalah Liudwig Feuerbach (1804-1872 M). Menurutnya hanya alamlah yang ada, manusia juga termasuk alam.
Kaum Materialisme mengingkari adanya The Ultimate Nature of Reality (realitas tertinggi tertinggi atau yang mutlak). Mereka menganggap bahwa doktrin alam semeta yang digambarkan oleh sains merupakan materialisme sederhana. Dan mereka berpendapat bahwa filosof tidak dapat menambah atau memperbaiki pengertian materi yang bersifat deskriptif yang diberikan oleh para ilmuan pada masa hidupnya.

1.           ALIRAN-ALIRAN DALAM MATERIALISME
Aliran-aliran dalam materialisme maksudnya disini adalah bahwa kaum materialisme tidak seluruhnya Dari dulu sampai sekarang dalam satu konsep pendapat yang tetap. Adapun aliran-aliran dalam materialisme adalah:
a.      Materialisme lama
Aliran ini adalah aliran materialisme yang lenih dulu munul. Aliran ini berpendapat bahwa alam adalah unsure yang terbentuk dari atom materi yang berada sendiri dan bergerak. Aliran ini juga menggunakan energisme, yakni mengembalikan segala bentuk sesuatu pada energi. Mereka juga berpendapat bahwa manusia sama halnya seperti kayu dan batu.

b.     Materialisme modern
Aliran ini adalah aliran yang lebih modern, yang beberapa hal tidak sesuai dengan pendapat para pendahulunya. Aliran ini berpendapat bahwa alam (universal) merupakan kesatuan material yang tak terbatas. Alam, termasuk didalamnya segala materi dan energi selalu ada dan akan tetap ada . dan alam (world) adalah realitas yang keras, dapat disentuh, material, objektif, yang dapat diketahui manusia. Materialisme juga mengatakan bahwa jiwa (self) ada setelah materi, jadi psikis manusia merupakn salah satu gejala dari materi yang ada.
c.      Materialisme dialektis/histories
Materialisme aliran ini adalah aliran atau ajaran dari Karl Marx (1818-1883), sehingga aliran ini juga sering disebut dengan aliran Marxisme. Adapun pokok-pokok ajaran aliran ini adalah:
1.     Teori materialisme histories.
2.     teori nilai dan teori lebih.
3.     perjuangan kelas (class struggle).
Adapun disebut dengan materialisme Dialektis adalah falsafah Karl Marx bahwa keadaan peristiwa kehidupan akan berubah, seperti layaknya benih pohon yang akan berusaha berubah wujudnya menjadi pohon. Sedangkan yang disebut dengan materialisme Historis adalah menurut teorinya arah yang ditempuh oleh sejarah sama sekali ditentukan oleh perkembangan sarana-sarana produksi yang materil. Marx berkeyakinan bahwa arah sejarah manusia akan menuju pada satu arah yakni komunisme. Dengan kata lain segala kepemilikan pribadi akan diganti dengan kepemilikan bersama. Dalam hal ini, Marx mengemukakan teori Tese, Antitese, dan Sintese.

2. DASAR PEMIKIRAN KAUM MATERIALISME
a. bersifat empirisme, yakni memahami sesuatu atas dasar akal dan     indera saja.
b.   bersifat naturalisme, yakni semua adalah alamiah.
c.alam merupakan semesta yang bersifat abadi dan sebagai keseluruhan tidak terarah secara lurus kepada satu tujuan tertentu.
d. jiwa merupakan gejala dari materi.
e. semua peruahan yang terjadi bersifat kepastian semata.
f. subtansi-subtansi materi merupakan penyusun utama sebuah materi, dalam hal ini adalah atom.

B.               EKSISTENSIALISME
Eksistensialisme berasal dari kata “eksistensi” dari kata dasar “exist”. Kata ”exist” itu sendiri adalah bahasa latin yang terdiri dari dua kata yaitu ”ex” yang berarti keluar, dan “st (sistare)” artinya berdiri. Jadi eksistensi adalah berdiri engan keluar dari diri sendiri.
Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Akan tetapi eksistensialisme sadar bahwa kebenaran relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
Aliran eksistensialisme ini mempersoalkan keberadaan manusia, dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan. Selain itu, eksistensialisme juga merupakan suatau aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusia, dimana manusia dipandang sebagai suatu makhluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkret. Eksistensialisme menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda lain tidaklah sama. Manusia menyadari dirinya berada di dunia, mengerti gunanya pohon, batu dan salah satu diantaranya ialah ia mengerti bahwa hidupny mempunyai arti. Artinya adalah bhwa manusia adalah subyek. Subyek artinya menyadari. Barang-barang yang disadarinya disebut obyek.
Ada beberapa ciri eksistensialisme, yaitu selalu melihat cara manusia berada, eksistensi diartikan secara dinamis sehingga ada unsur berbuat dan menjadi, manusia dipandang sebgai suatu realitas yang terbuka dan belum selesai.
Tokoh-tokoh filsafat eksistensialisme diantaranya: Martin Heidegger, Jean Paul Sartre, Karl Jaspers, Friedrich dan Soren Aabye Keikeegaard.

C.               IDEALISME
Idealisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa hakikat dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan jiwa (mind) dan roh (spirit). Istilah ini diambil dari kata ”idea” yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa. Pandangan ini telah dimilki oleh Plato dan para filsafat modern yang dipelopori oleh J.G. Fihte, Sckelling dan Hegel.
Idealisme mempunyai argument epistemologi tersendiri. Oleh karena itu, tokoh-tokoh teisme yang mengajarkan bahwa materi bergantung kepada spirit, tidak disebut idealis karena mereka tidak menggunakan argument yang mengatakan bhwa obyek-obyek fisik pada akhirnya adalah ciptaan Tuhan. Argument orang-orang idealis mengatakan bahwa obyek-obyek fisik tidak dapat dipahami terlepas dari spirit.
Idealisme secara umum selalu berhubungan dengan rasionalisme. Ini adalah mazhab epistemologi yang mengajarkan bahwa apriori atau deduktif dapat diperoleh manusia dengan akalnya.
Plato sering disebut sebagai seorang idealis sekalipun ideanya tidak khusus (spesifik) mental, tetapi lebih merupakan objek yang universal(mirip dngan defenisi Aristoteles, pengertian umum pada Socrates). Akan tetapi, ia spendapat dengan idealisme (yang tampak) itu berwatak (khas) spiritual. Ini terlihat jelas pada legenda manusia guanya yang terkenal itu


BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1.  Materialisme adalah aliran yang memandang bahw segala sesuatu adalah realitas, dan realitas seluruhnya adalah materi belaka. Aliran materialisme juga merupakan aliran yang berpendapat bahwa segala sesuatu dari materi, oleh materi dan kembali pada materi.
a. aliran materialisme terbagi menjadi tiga bagian, yakni:
v               Materialisme lama
v               Materialisme aru
v               Materialisme dialektis/historis
b. aliran ini banyak ditentang oleh pihak lain, karena tidak mengakui adanya the ultimate nature of reality.
2.  Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Ada beberapa tokoh filsafat eksistensialisme, diantaranya yaitu: Martin Heidegger, J.P.Sartre, Friedrich Nietzsche, Karl Jaspers dan Soren Aabye Kiekeegaard.
3.  Idealisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa dunia fisik hanya dapat dipahami dalam kaitannya dengan jiwa dan roh. Ada beberapa tokoh idealisme diantaranya yakni: J.G.Fichte, F.W.Schalling, dan G.W.F. Hegel


DAFTAR PUSTAKA

v    Syadali, Ahmad, MA, Drs.Mudzakir, 1997, Filsafat Umum, Bandung: CV. Pustaka Setia.
v    Lorens, Bagus, Tanpa tahun, Kamus Filsafat, Ed, I Jakarta: Gramedia.
v    Tafsir,Ahmad, Dr., 2003, Filsafat Umum (Akal dan Hati Sejak Thales sampai James), Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
v    Bertrand, Russell, 1946, Sejarah Filsafat Barat LTD, London.
v    Basori, Chairil, Drs.A, 1986, Filsafat, Semarang: IAN Walisongo.
v    Ibid
nguage:| � < p �We �e 'mso-list:Ignore'>-         Dialektika menurun
-         Dilektika menarik
Dialektika menurun digunakan untuk menjelaskn wujud tertinggi (the Highest Being, atau the First, atau At-Tabiatul-ula, atau Wujudul Awwal) dan cara keluarnya alam dari-Nya.
Dengan penjelasan terhadap wujud tertinggi itu Platonus terkenal dengan teorinya Yang Esa atau Esanya  Platonus. Dengan penjelasan kedua, yaitu keluarnya alam dari Yang Esa, ia sampai kepada kesimpulan bahwa semua wujud, termasuk didalamnya wujud pertama (Tuhan), merupakan rangkaian mata rantai yang kuat erat, dan terkenal dengan istilah kesatuan wujud (wihdatul-wujud).
Pada akhir masa kuno. Neo-platonisme merupakan aliran intelektual yang dominan di hampir seluruh wilayah Hellenistik, sehingga seakan-akan neo-platonisme bersaingan dengan pandangan dunia yang berdasarkan agama kristen. Perhyrios (232-301 M) murid platinus menulis suatu karya yang dengan tajam menyerang agama kristen.
Namun pada tahun 529 M kaisar Jurtianus dari Byzantium pelindung agama kristen menutup semua sekolah filsafat Yunani di Athena. Peristiwa itu diangagap sebagai akhir masa yunani purba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar