Welcome to my Life

Selasa, 28 Februari 2012

FILSAFAT SOCRATES, PLATO DAN ARISTOTELES


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Meskipun pada awalnya kehidupan dunia penuh didominasi gereja yang hanya membimbing manusia kearah hidup yang shaleh tanpa memikirkan martabat dan kebebasan manusia yang mempunyai perasaan, pikiran, keinginan, dan cita-cita untuk masa depannya sendiri. Sehingga melahirkan ahli-ahli pikir yang menyatukan filsafat Yunani dan ajaran kristen.
Sejalan dengan itu terjadi persaingan paham skolastik dan patristik sehingga menimbulkan kembali pertentangan para ahli filosof sehingga melahirkan paham yang berbeda-beda bahkan menyesatkan seperti sofisme. Sehingga melahirkan filosuf-filosuf yang terkenal seperti sokrates, plato dan Aristoteles. Akhirnya Filsafat Yunani mengalami kemegahan dan puncak kejayaan, yaitu melahirkan peradaban Yunani.
B. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Filsafat Umum yang diberikan oleh dosen pengajar Bapak Hamlan, S. Ag. Dan agar penulis lebih memahami tentang Filsafat Umum.
C. Metode Penulisan
Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil metode kepustakaan yakni mengumpulkan buku-buku yang diperoleh dari perpustakaan.

BAB II
FILSAFAT SOKRATES, PLATO DAN ARISTOTELES

A. Sofisme
Berasal dari kata Sofis yang berarti cerdik, pandai. Namun kemudian berkembang artinya menjadi bersilat lidah.
Ajaran kaum sofis pokok-pokoknya sebagai berikut :
a.  Manusia menjadi ukuran segala-galanya.
b. Kebenaran umum (mutlak) tidak ada.
c. Kebenaran hanya berlaku sementara.
d. Kebenaran tidak terdapat pada diri sendiri.
Dengan ajarannya yang demikian, maka Sofisme tergolong aliran relativisme. Yang pengaruhnya yang waktu itu, yaitu melahirkan banyak orang terampil berpidato serta akal manusia dihargai. Tetapi segi negatifnya menjadikan orang lidak bertanggung jawab atas ucapan-ucapannya.
Maka retorika yaitu kecakapan berpidato menjadi kunci kebenaran untuk membela suatu kebenaran. Para filosuf Sofisme di antaranya adalah Pythagoras lahir kira-kira tahun 500 SM di Abdrea.
Kaum Sofis menjanjikan untuk mengajar kepandaian dalam masalah ini. Secara garis besar dapat dikatakan bahwa praktek mereka mendekati cara sarjana-sarjana hukum dalam masyarakat modern.
Menurut pemikiran filsafatnya, orang adalah ukuran segala sesuatu tentang “adanya yang ada” dan tentang “tidak adanya yang tidak ada”. Penafsirannya bahwa setiap orang adalah ukuran segala sesuatu, dan jika terjadi pertentangan maka tak ada kebenaran obyektif sesuai dengan yang ditentukan mana yang benar dan mana yang salah. Ajaran ini meskipun sangat skeptis dalam masalah pengetahuan, akan tetapi is sangat praktis menghadapi tradisi dan adat-istiadat.

Hippias adalah seorang tokoh lain dari filosuf Sofisme. Seorang sofis yang terkemuka dan luas pengalamannya, pengetahuan luas meliputi ilmu pasti, astronomi, tata bahasa, mythologi, kesusasteraan din sejarah. Dia adalah sseorang sofis murni yang beranggapan bahwa pengetahuannya harus dikembangkan kepada orang lain.
Dan tokoh lainnya lagi adalah Gorgias (483-375 SM). Berasal di Sisilia dari Leontini berasal. Ia adalah seorang skeptis yang tidak mengakui adanya pengetahuan, kalaupun ada maka tidak dapat disampaikan kepada orang lain.
Ia mengemukakan tiga dalil :
1. nothing exists, (tak ada sesuatu yang ada),
2. if anything existed it could not be known, (kalau ada sesuatu maka tentu ia tak dapat diketahui).
3. if it could be known it could not be communicaIeci to others, kalau bisa diketahui ia tentu tak dapat disampaikan kepada orang lain).
la berpendapat bahwa hukum alam adalah hukum yang kuat. Biasanya orang-orang Sofis tidak disukai oleh para filosuf. Karena pada kata sofis itu sendiri terkandung pengertian tipuan, hipokret, dan sinis. Menurut para filosuf, mereka itu adalah orang-orang yang kurang terpelajar, baik di dalam sains, maupun dalam filsafat (ditentang oleh Socrates dan Playo).

B.      Filsafat Klasik
Disebut filsafat klasik karena falsafah yang dibangunnya mampu menguasai sistem pengetahuan alam pikiran barat sampai kira-kira selama dua ribu tahun. Para filosuf klasik muncul berusaha untuk membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan yang waktu itu mengalami pendangkalan dan melemahnya tanggung jawab manusia karena pengaruh negatif dari para filosuf aliran Sofisme.
Adapun yang dimaksud para filosuf yang termasuk dalam filsafat klasik itu adalah, Socrates, Plato, dan Aristoteles.
1.  SOCRATES (469 - 399 SM)
Socrates adalah filusuf yunani yang hidup dalam abad ke-4 SM {wafat 390 SM}. Ia dikelan sebagai prajurit yang gagah berani. Seperti halnya kaum sufis, socrates mengarahkan perhatiannya kepada manusia sebagai objek pemikiran filsafatnya.
Sejak muda Socrates telah terlihat sifat ke bijaksanaannya, karena selain ia cerdas juga pada setiap perilakunya di tuntut oleh suara bathin yang selalu membisikan dan menuntun ke arah keutamaan moral. Peran socrates dalam mendobrak pengetahuan sejati sangat penting mencapai keseluruhan.
Socrates mengucapkan selamat bahwa, Athena memiliki basib baik untuk memiliki begitu banyak orang yang berusaha memperbaiki pemuda, dan orang-orang baik tentu lebih pantas untuk dipergauli daripada orang jelek, lebih Bodoh untuk dapat merusak mereka dengan sengaja, Melethius seharusnya mengajar dia dan tidak menyerut ia kepengadilan.
Adapun falsafah pemikiran Socrates diantaranya ia menyatakan adanya kebenaran objektif. Faham efeknya merupakan kelamjutan dari metode yang ia temukan {Induksi dan definsi}. Sayangnya Socrates tidak pernah menulis pemikiran falsafahnya sendiri .
2.     PLATO (427 - 347 SM)
Plato adalah pengikut Socrates, ia lahir di athena dengan nama asli Aristoteles. Ia belajar filsafat dari socrates, pythagoras, Heracleitus dan Elia.
Sebagaimana Socrates. Ia menggunakan metode dialog untuk mengantarkan filsafatnya. Namun kebenaran umum {Definisi} menurutnya bukan dibuat dengan cara dialog yaitu Induktif sebagaimana cara yang digunakan socraters, pengertian umum {difenisi} menurut plato sudah tersedia di sana di alam idea.
Menurut pemikiran falsafahny67a, dunia lahir adalah dunia pengalaman yang selalu berubah-ubah dan warna-warni. Semua itu adalah bayangan dari dunia idea, sebagai bayangan, hakikatnya hanyalah tiruan daro yang asli yaitu idea. Karenanya maka dunia pengalaman ini berubah-ubah dan bermacam-macam, sebab hanyalah merupakan tiruan yang tidak sempurna dari ideanya yang sifatnya bagi dunia ini semua ada contohnya yang idea di dunia idea sana {dunia idea}.
Hal yang penting juga untuk diketahui dari filsafat plato adalah pemikiran dia tentang negara. {menurutnya bahwa dalam tiap-tiap negara} {segala golongan dan segala orang-orang adalah alat}{semata-mata untuk kesejahteraan semuanya.}
Plato adalah pengikut Socrates. Ia lahir di athena dengan nama asli Aristoteles. Ia belajar filsafat dari Socrates, pythagoras. Heracleitus dan elia.
Plato pemikiran plato adalah pemikiran tetang negara, konsepnya tentang negara di dalamnya terkait etika dan teorinya tentang negara, menurut plato, di dalam negara yang idea terdapat 3 golongan yaitu :
1.     Golongan tertinggi
2.     Golongan pembantu
3.     Golongan Rakyat biasa
3.  ARISTOTELES (384 - 322 SM)
Lahirkan di Trasia (Balkan). Dengan kecerdasannya yang luar biasa hampir-hampir ia menguasai berbagai ilmu yang berkembang pada masanya, kecenderungan berpikir saintifik nampak dari pandangan-pandangan filsafatnya yang sistimatis dan banyak menggunakan metoda empiris. Kemudian akhimya ia meninggalkan Athena dan pindah ke Chalcis dan meninggal di sana pada tahun 322 SM.
Aristoteles adalah teman dan murid plato. Ia dilahirkan di Trasia {Balkan}, diantara karya-karyanya. Yang terkenal seperti Mgman  {Logika}, Priar Analyties {Soliqusme}, Plesterial Analyties {sains} dan sebagainya. Aristoteles terkenal sebagai bapak Logika.
Namun, ada substinsi yang murni porm, tanpa potentiality, jadi tanpa malter, yaitu Tuhan Aristoteles percaya kepada adanya tuhan. Bukti adanya tuhan menurutnya adalah Tuhan penyebab. Gerak {2 first cruse of molion}.
Tuhan itu menurut Aristiteles berhubungan dengan dirinya sendiri. Ia tidak berhubungan dengan {tidak memperdulikan} alam ini. Ia bukan pesona. Ia tak memperhatikan doa dan keinginan manusia. Dalam mencintai tuhan, kita tidak usah mengharap ia mencintai kita.
Ia adalah kesempurnaan tertinggi, dalam kita mencontoh ke sana untuk perbuatan dalam pemikiran-pemikiran kita. Pandangan filsafatnya tentang etika adalah bahwa etika nerupakan sarana untuk mencapai kebahagiaan dalam merupakan sebagai barang yang tertinggi dalam kehidupan.
Aristoteles yang sampai pada kaum muslimin ada 36 buah yang tinggi dalam 4 bagian yaitu :
          a.  Logika
          b.  fisika
          c.  Metafisika
          d.  Etika
Buku Logika yang dikarangnya antara lain : Eateqoriace, Interpretation, Analytica Priora, Analytica Posteriora, tpoica, dalam soplistis. Buku Fisika diantaranya De Carlo, Animalium, dan Anima. Buku etika (Al- Akhlak, Akhlakus, dan Syekh Ar-Rais). Buku Metafisika yaitu buku tentang ketuhanan.
Gema pengalaman Dunia Islam terhadap Aristoteles penulis Islam yang mengagumi Aristoteles adalah Ibnu Rasyid. Pada garis besarnya, pikiran-pikiran Aristoteles diperbaiki menurut ajaran-ajaran Islam.
Menurut Aristiteles manusia terdiri atas benda dalam hakikat yang tidak benda, pikiran ini harus dipertemukan oleh filosof-filosof islam dalam pengertian Al Qur’an.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Sofisme adalah sesat pikir yang sengaja dilakukan untuk menyesatkan orang lain, padahal si pemuka pendapat sendiri tidak sesat.
Filsafat klasik adalah falsafah yang dibangunnya mampu menguasai sistem pengetahuan alam pikiran barat sampai sampai kira-kira selama dua ribu tahun.
Adapun para filosuf filsafat klasik adalah Socrates 470-399 sM, Plato 428-348 sM, Aristoteles 384-322 dan pada masa merekalah pemikiran filsafat Yunani mencapai puncaknya.
1.  Sufisme bukan merupakan suatu aliran/ajaran.
2.  Socrates adalah filosof yunani yang hidup dalam abad ke-4 SM {wafat 390 SM}.
3.  Plato adalah pengikut socrates. Ia lahir di athena dengan nama asli Aristoteles.
4.  Aristoteles adalah teman dan murid plato, ia dilahirkan di Trasia {Balkan}.
5.  Penulis islam yang mengagumi Aristoteles ialah Ibnu Rasyid.

B. Saran-saran
Dengan adanya makalah ini penulis menyadari bahwa masih banyak tehadap kekurangan. Baik dalam segi penulisan atau segi pembahasannya. Dari penyelesaian makalah ini penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca dan teman-teman agar makalah ini dapat berguna bagi kita semua berkhususunya dari pribadi penulis.


DAFTAR PUSTAKA

Syadali Ahmad. Drs.H,MA. Mudzakir. Drs. 1997. Filsafat Umum. Bandung : Pustaka Setia.
Frasetya, 1997. Filsafat Pendidikan . Bandung  : Pustaka setia.
Ahmadi, Asmoro. 2003. Filsafat Umum. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada apat d� L a �We �e nya dia dalam matematik mempengaruhi terhadap pemikiran filsafatnya sehingga pada segala keadaan ia melihat dari angka-angka dan merupakan paduan dari unsure angka.

6.     Parmenides (540 – 475 SM)
Ia lahir di kota Elea, kota perantauan Yunani di Italia Selatan. Kebesarannya sama dengan kebesaran Heracleitos. Dialah yang pertama kali memikirkan hakikat tentang ada (being).
Menurut pendapatnya, apa yang disebut sebagai realitas adalah bukan gerak dan perubahan. Hal ini berbeda dengan pendapat Heracleitos, yaitu bahwa realitas adalah gerak dan perubahan.

7.     Democritus (460 – 370 SM)
Democritus yang lahir di Abdera di pesisir Tharake di Yunani Utara. Karena ia berasal dari keluarga yang kaya raya, maka dengan kekayannya itu ia bepergian ke Mesir dan negeri-negeri Timur lainnya. Dari karya-karyanya ia telah mewariskan sebanyak 70 karangan tentang bermacam-macam masalah, seperti : kosmologi, matematika, astronomi, logika, etika, teknik, musik, puisi dan lain-lainnya. Sehingga ia dipandang sebagai seorang sarjana yang menguasai banyak bidang.
Menurut pendapatnya, atom-atom itu selalu bergerak, berarti harus ada runag kosong. Sebab satu atom hanya dapat bergerak dan menduduki satu tempat saja. Sehingga Demoritos berpendapat bahwa realitas itu ada dua, yaitu atom itu sendiri (yang penuh), dan ruang tempat atom bergerak (yang kosong


BAB III
PENUTUP

A.   KESIMPULAN
Pada tahap filsafat Yunani kuno para filsuf Yunani mengubah orientasi pikiran manusia dari mitos menjadi logos. Thales memulai pencairan asal-usul utama (arche) alam semesta, diteruskan oleh eniximenes dan aniximandros, serta filsuf-filsuf lain sebelum Socrates. Filsafat yang berkembang pada masa ini disebut filsafat alam karena pertanyaan-pertanyaan yang dikemukakan berkisar tentang terjadinya alam semesta.
     Pada umumnya pemikiran teoritis itu memiliki kaitan yang erat dengan lingkungan tempat pemikiran itu dilakukan dan pemikiran teoritis itu permulaan lahirnya filsafat di Yunani pada abad ke 6 SM dan Yunani merupakan tempat dimana pemikiran ilmiah mulai tumbuh dan pada zaman itu lahirlah para pemikir yang mengarah dan menyebabkan filsafat itu dilahirkan.
     Ciri-ciri umum filsafat Yunani adalah rasionalisme. Rasionalisme Yunani itu mencapai puncaknya pada orang-orang sophis untuk melihat rasionalisme sofis perlu dipahami lebih terdahulu latar belakangnya. Latar belakang itu terletak pada pemikiran filsafat yang ada sebelumnya.
     Tujuan filosofi filsafat pra Socrates adalah memikirkan soal alam besar darimana terjadinya alam itulah yang menjadi sentral persoalan bagi mereka, pemikiran yang demikian itu merupakan pemikiran yang sangat maju, rasional dan radikal.
     Dan pemikir atau filusuf pada zaman ini berbeda-beda pemikiran dan pendapatnya dalam menyimpulkan tentang alam semesta ini. Thales menyatakan bahwa asal dari semua adalah air, Anaximandros menyatakan bahwa alam berasal dari yang tak terhingga atau yang tak terbatas, Anaximenes memiliki prinsip bahwa asal usul segala sesuatu itu adalah udara.
Herakleitos adalah salah satu filusuf yang sangat sulit jalan pemikirannya ia berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada selalu berubah dan sedang menjadi. Pythagoras adalah seorang Ahli matematika dan filsuf Yunani yang sangat terkenal melalui teoremanya, Pytagoraslah yang menyatakan pertama kali bahwa alam semesta itu merupakan satu keseluruhan yang teratur.
SARAN-SARAN
Dengan adanya pembahasan filsafat ini kita bisa mengambil kesimpulan, pelajaran dan dapat berpikir secara filsafati serta analisis dalam kehidupan sehari-hari. Di mana semua aktivitas yang kita lakukan baik sebagai predikat mahasiswa ataupun sebagai bagian dari masyarakat itu tidak lepas dari ilmu filsafat yang dapat kita terapkan namun sesuai dengan aqidah dan agama yang kita yakini.



DAFTAR PUSTAKA

Abubakar Atjeh, Prof. Sejarah Filsafat Islam. Ramadhani, Semarang, 1986.
Abu Hanifah, Dr. Rintisan Filsafat,. Balai Pustaka, Jakarta, 1947.
Bertens, Dr. Sejarah Filsafat Yunani, Kanisius, Yogyakarta, 1975.
Filsafat Umum.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar