Inilah yang dilakukan Mahasiswa yang kuliah di Kampus STAI Darussalam Martapura. Mereka yang tergabung dalam beberapa UKM yaitu MAHIPA (Mahasiswa Islam Pecinta Alam), KSR-PMI, Sanggar ArRumi STAID, di bantu petugas kebersihan Kampus dan beberapa orang mahasiswa dan juga tak lupa eksistensi BEM STAI yang turut serta dalam membersihkan sampah-sampah disekitar kampus dan menebang dahan-dahan pohon yang dianggap bisa mengurangi keindahan Kampus. Hal ini senada dengan ungkapan dari Mahasiswa nomor 2 di kampus STAI Darussalam Martapura yaitu Hamdiani selaku WAPRES Mahasiswa. Sebut saja Marcos rumi, panggilan akrab yang di berikan teman-temannya, ia mengatakan " Nah ulun ni napa ada, ulun jadi memberasihi kampus ni karena ulun handak memberasihi tupang, pas buan ulun takumpulan wan kakawanan di Sekretariat UKM, dari pada ungut-ungutan di kampus nie, baik memberasihi halaman haja kolo, jadi nyaman jua di pandang tah, ujaar>> tukas Marcos ". Kegiatan ini memang bukan kegiatan rutin mereka tapi murni dari kesadaran dari mereka sendiri untuk memperindah lingkungan, apalagi di saat masa liburan seperti ini sangatlah sulit mencari orang mau mengisi liburannya dengan hal-hal berkaitan dengan sosial. seperti yang dikatakan salah seorang anggota dari UKM MAHIPA yang memotori kegiatan, Otong panggilannya sehari-hari ia mengatakan bahwa, "kegitan ini perlu di tingkatkan lagi karena apabila semua sadar akan kebersihan, tidak perlu jauh-jauh cukuplah mulai dilingkungan kecil saja seperti saat ini yang sedang kami lakukan. Insya Allah seluruh daerah akan terjaga lingkungan sekitar". Mudah-mudahan kegiatan yang meraka lakukan ini dapat memotifasi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan serta perduli akan lingkungan sekitar.Amin ya Rabbal Alamin.
خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقاً وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ | Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.
DAKWAH BANJAR
Senin, 04 Februari 2013
Mahasiswa STAI DARUSSALAM Isi Liburan Dengan Membersihan Kampus
Minggu, 27 Januari 2013
Sanggar Ar Rumi Hibur Masyarakat di Banjarbaru
Kali ini tidak hanya Kota Martapura dan sekitarnya yang mereka tapaki, sekarang mereka akan melahap dan mengocok perut masyarakat Banjarbaru. Inilah kiprah para pelawak banua banjar yang akan menghibur masyarakat disana, sebut saja SAR (Sanggar Ar rumi), sudah banyak diketahui bahwa sanggar Ar Rumi adalah satu-satunya komunitas seni yang masih menghidupkan Kesenian Teater di Kab.Banjar, mereka selalu eksis dalam tiap even yang diadakan di wilayah Martapura, dapat dikatakan hampir tiap tahun SAR selalu mengadakan even kesenian di kota ini, seperti yang dikatakan Wakil Ketua Umum SAR yaitu Mihrab Afnanda, yang sering dipanggil teman--temannya Angsul, ia mengungkapkan bahwa SAR akan selalu mengembangkan Kesenian ini, agar kaum muda kita terjaga dari hal-hal yang berkaitan dengan kesenian yang berdampak negatif. "ulun sebagai ganarasi anum, kada bakahandak di kota kita nih kada bakambang seni teater, apalagi seni yang kami angkat selalu yang berbau dengan Kesenian Tradisional Asli Banjar, nah dari itu ulun tetap berjuang wan kakawanan untuk terus maju mengambangkan kesenian ini, ungkap angsul". Sekarang ini SAR seperti yang telah dilansir bahwa dalam waktu dekat ini, mereka akan mengadakan pementasan lagi, tapi kali ini mereka diundang di kota Banjarbaru . Bekerja sama dengan Radar Banjarmasin dan beberapa komunitas, Mereka akan menghibur masyarakat pada acara Harlah Radar Banjarmasin yang menampilkan pertunjukkan teater Komedi yang berjudul "NANANG KELELEPON HANDAK JADI JURNALIS", cerita ini diangkat dari Cerita Nanang Kelepon yang merupakan ikon dari koran Radar Banjarmasin . kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Februari 2013 jam 07.00 Wita yang bertempat di Lapangan Murjani Banjarbaru. Eksistensi SAR ternyata tidak hanya di Martapura saja tapi sekarang mereka pun mulai masuk di Banjarbaru. Nah.! mari kita tunggu saja aksi mereka di atas Panggung seni dalam menampilkan Teater Komedi.
Senin, 17 Desember 2012
Handak Jadi Jurnalis
Disudut hiruk pikuk panasnya
kota, berdirilah sebuah kedai sederhana milik ipin jambul. Walau letak kedai
itu jauh dari pusat keramaian kota , namun pelanggan yang datang silih berganti
bahkan ada sebagian orang yang menjadi langganan di kedainya.
Pada suatu pagi, ipin membuka
jualannya tak berselang beberapa lama datang nanang kelalapon dengan wajah yang
kusam karena bangun dari tidurnya dan belum mandi.
puisi sanggar Ar rumi STAI Darussalam
Sadangae bakapung hambayang-hambayang dunia
Tabarusuk, tajuramba, kada harapan kawa maingkuti
bahujung bangkang muha
dijilat api
Mbah ya kolo
BAJAUH MAAMBUH GARING
Cuba lihati bubuhan yang badasi
batatajak ngaran tatampang
antui-antui mahimati
katuju wan duit kurupsi
satumatannya kawa marasai
sakitnya tabawa kamati
Mbah ya kolo
Tahulah!
Sudah disambatakan tumatan dahulu
kuwitan, ulama-ulama manasihati
dunia ini jangan diulah pamainan
nang babau tahi
buruk, tambuk, haruk babau gardu
Mbah ya kolo
Kadida kahidupan dunia
hanya mata benda yang membunguli
Tabarusuk, tajuramba, kada harapan kawa maingkuti
bahujung bangkang muha
dijilat api
Mbah ya kolo
BAJAUH MAAMBUH GARING
Cuba lihati bubuhan yang badasi
batatajak ngaran tatampang
antui-antui mahimati
katuju wan duit kurupsi
satumatannya kawa marasai
sakitnya tabawa kamati
Mbah ya kolo
Tahulah!
Sudah disambatakan tumatan dahulu
kuwitan, ulama-ulama manasihati
dunia ini jangan diulah pamainan
nang babau tahi
buruk, tambuk, haruk babau gardu
Mbah ya kolo
Kadida kahidupan dunia
hanya mata benda yang membunguli
Jumat, 30 November 2012
SANGGAR ARRUMI RENCAKAN PAGELARAN SENI AKHIR TAHUN 2012
SANGGAR ARRUMI RENCAKAN PAGELARAN SENI AKHIR TAHUN 2012
Seperti tahun-tahun lalu, Sanggar Ar Rumi STAI Darussalam merencanakan mengadakan Pagelaran Seni akhir Tahun. kegiatan ini merupakan salah satu upaya meramaikan malam TAHUN BARU sekaligus untuk mengembangkan seni budaya di Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini juga untuk ajang silaturahmi antar komunitas seni, karena tidak hanya dari pihak penyelenggara (Sanggar Arrumi 'singk;SAR') tapi ada juga dari komunitas lain yang turut meramaikan Pagelaran seni ini dengan menampilkan kebolehan-kebolehan mereka di panggung seni.
Seperti tahun-tahun lalu, Sanggar Ar Rumi STAI Darussalam merencanakan mengadakan Pagelaran Seni akhir Tahun. kegiatan ini merupakan salah satu upaya meramaikan malam TAHUN BARU sekaligus untuk mengembangkan seni budaya di Kabupaten Banjar.
Kegiatan ini juga untuk ajang silaturahmi antar komunitas seni, karena tidak hanya dari pihak penyelenggara (Sanggar Arrumi 'singk;SAR') tapi ada juga dari komunitas lain yang turut meramaikan Pagelaran seni ini dengan menampilkan kebolehan-kebolehan mereka di panggung seni.
Rabu, 28 November 2012
KESENIAN MUSIK PANTING
SANGGAR AR RUMI KEMBANGKAN MUSIK PANTING DI MARTAPURA
Kembali lagi Sanggar Ar Rumi STAI Darussalam Martapura berusaha menambah eksitensi mereka, tidak hanya dibidang teater & sastra, tapi juga sekarang ini mereka mengembangkan musik tradisional khas kalimantan selatan yaitu kesenian musik panting. Memang kegiatan mereka ini tergolong baru di Sanggar Ar Rumi (disingkat; SAR) karena dari dulu SAR hanya menggeluti bidang Teater dan Sastra, tapi berkat kerja keras dan beberapa pemikir-pemikir yang menginginkan adanya kesenian tradisional di kembangkan di Sarang mereka ini (sebutan markas tempat berkumpulnya anggota Sanggar Ar Rumi), maka terbentuklah Musik Panting yang termasuk dalam DIVISI PENGEMBANGAN DIRI & BAKAT di susunan Divisi Sanggar Arrumi. Sudah 10 tahun SAR mencoba mengembangkan seni-seni tradisi dalam wadah kreasi mereka, akhirnya ditahun ini mereka berhasil menimbulkan Musik Panting di Sanggar ArRumi, akan tetapi perjalanan pengembangan kesenian yang SAR lakukan ini belum berjalan dengan mulus, karena masih banyak lagi kendala-kendala yang dihadapi.. Menurut Kalubut H.Foswan, panggilan akrabnya,"walaupun ulun dkk sudah membentuk Kesenian Musik Panting di sini, tapi alat-alat masih banyak yang kurang, Pantingnya sudah mulai rusak (ketuhaan), Agung (alat musik pukul) belum ada dan sound system yang kurang memadai, belum lagi gangguan dari luar, wah banyak bener gitu, makanya seandainya bisa dari pihak Pemerintah Daerah dan DKD kab.Banjar agar membantu kami dalam pengembangan musik panting ini". Selain panting ada dua lagi yang ingin mereka bentuk di Sanggar, yaitu kesenian Sinoman Hadrah (yang sudah berjalan beberapa pekan lalu) dan kesenian Tarian Rudad. dan ini pun mendapat dukungan penuh dari Ketua STAI Darussalam Dr.H.Ahmad Fauzan Saleh, M.Ag. Kesenian asli banua itu perlu dilestarikan dan dikembangkan agar kita jangan terlena oleh budaya luar yang berdampak tidak baik bagi seluruh masyarakat.
Dengan kegiatan yang SAR lakukan, Mudah-mudahan Kesenian kita dapat dikenal kepada remaja-remaja di Kabupaten Banjar dan juga SAR akan selalu eksis untuk mengembangkan seni-seni kebudayan lebih khususnya kesenian & kebudayaan Asli daerah Kalimantan Selatan
Kembali lagi Sanggar Ar Rumi STAI Darussalam Martapura berusaha menambah eksitensi mereka, tidak hanya dibidang teater & sastra, tapi juga sekarang ini mereka mengembangkan musik tradisional khas kalimantan selatan yaitu kesenian musik panting. Memang kegiatan mereka ini tergolong baru di Sanggar Ar Rumi (disingkat; SAR) karena dari dulu SAR hanya menggeluti bidang Teater dan Sastra, tapi berkat kerja keras dan beberapa pemikir-pemikir yang menginginkan adanya kesenian tradisional di kembangkan di Sarang mereka ini (sebutan markas tempat berkumpulnya anggota Sanggar Ar Rumi), maka terbentuklah Musik Panting yang termasuk dalam DIVISI PENGEMBANGAN DIRI & BAKAT di susunan Divisi Sanggar Arrumi. Sudah 10 tahun SAR mencoba mengembangkan seni-seni tradisi dalam wadah kreasi mereka, akhirnya ditahun ini mereka berhasil menimbulkan Musik Panting di Sanggar ArRumi, akan tetapi perjalanan pengembangan kesenian yang SAR lakukan ini belum berjalan dengan mulus, karena masih banyak lagi kendala-kendala yang dihadapi.. Menurut Kalubut H.Foswan, panggilan akrabnya,"walaupun ulun dkk sudah membentuk Kesenian Musik Panting di sini, tapi alat-alat masih banyak yang kurang, Pantingnya sudah mulai rusak (ketuhaan), Agung (alat musik pukul) belum ada dan sound system yang kurang memadai, belum lagi gangguan dari luar, wah banyak bener gitu, makanya seandainya bisa dari pihak Pemerintah Daerah dan DKD kab.Banjar agar membantu kami dalam pengembangan musik panting ini". Selain panting ada dua lagi yang ingin mereka bentuk di Sanggar, yaitu kesenian Sinoman Hadrah (yang sudah berjalan beberapa pekan lalu) dan kesenian Tarian Rudad. dan ini pun mendapat dukungan penuh dari Ketua STAI Darussalam Dr.H.Ahmad Fauzan Saleh, M.Ag. Kesenian asli banua itu perlu dilestarikan dan dikembangkan agar kita jangan terlena oleh budaya luar yang berdampak tidak baik bagi seluruh masyarakat.
Dengan kegiatan yang SAR lakukan, Mudah-mudahan Kesenian kita dapat dikenal kepada remaja-remaja di Kabupaten Banjar dan juga SAR akan selalu eksis untuk mengembangkan seni-seni kebudayan lebih khususnya kesenian & kebudayaan Asli daerah Kalimantan Selatan
Kamis, 22 November 2012
KATA CINTA
aku terus bangga mencintai cinta
dia datang disaat aku tertidur
dia bersembunyi disaat ku bangun
dia tahu akan ketidak tahuan ku
kau sulam jaring laba-laba
yang ciptakan melodi-melodi disetiap getarannya
melodi surga tanpa petikan
dan menapak menyusur ciptakan dunia baru
tanpa kemalangan.
dan
aku terus bangga mencintai cinta
tanpa kemalangan.
dan
aku terus bangga mencintai cinta
SINOMAN HADRAH SANGGAR AR RUMI STAI DARUSSALAM
SINOMAN HADRAH. ini lah kesenian khas kalimantan selatan yang sekarang ini pesonanya mulai pudar dimakan zaman dan ditenggelamkan oleh budaya-budaya barat yang sudah merajalela di Indonesia dan juga sampai juga di bumi BORNEO ini. Banyak banget Generasi penerus tidak lagi mencintai budayanya sendiri loe, (kasian,,,)
bahkan tidak tahu akan kesenian & kebudayaan asli daerah mereka (aduh apa kata dunia yaa,,), karena sudah terbiasa dengan hal-hal yang berbau modern. Melihat hal ini beberapa mahasiswa yang tergabung dalam UKM Sanggar Ar Rumi yang berdomisili di kampus STAI Darussalam Martapura Kalimantan Selatan
Selasa, 20 November 2012
DISTORSI HIDUP
betapa aku
radang.
indah lah senyum manusia pagi
aku
radang.
tawa ria manusia siang
aku
radang.
lelap tenang manusia malam
aku
hilang..
radang.
indah lah senyum manusia pagi
aku
radang.
tawa ria manusia siang
aku
radang.
lelap tenang manusia malam
aku
hilang..
Minggu, 22 Juli 2012
UJAR
Ujarnya..
Jangan bamara ka timbuk
Padang mambawa kamatian
Padang mambawa kasangsaraan
Tapi ulahnya manyuruhakan
Ujarnya..
Jangan tapi bamara wan sifana
padang mambawa kasakitan
padang mambawa kamiskinan
Tapi ulahnya manyuruhakan
Ujarnya..
Ujarnya..
Hakun dibungulinya..
KANANG 06-12
Pulang.! mahitungi jariji,
satu, dua, talu tahun pamaraan
tapandang, mamandang barandam
guring kada baguringan
bangun kada babangunan
tapuntal, tagantar hati karindangan
si ampun cinta langit
Pulang.! mahitungi jariji
satu, dua, talu tahun paimbahan
mangganang ampih kada ampih balawasanguring babangun
bangun taguring
tatap haja
bajauh mamaraki
inya si ampun cinta langit
HAYATI'"
Hari-hari satu hatiku arahkan pada dia
Masih tak dapat sebenarnya dia siapa
Ingin bertanya,kepada siapa aku bertanya
Lingkungan asing bagiku, dan aku asing bagi lingkungan
Hatiku penuh dengan pertanyaan
kuperbuat apa, yang tak ku dapat kosong
Cuma tatapan dan tatapan berbicara
Jalan ini memang aneh, aku hanya diam
Tak bergerak
Bagai patung yang tak terawat
Terus berharap menemukan si pengisi cinta langit
Cempaka,9-5-11
Masih tak dapat sebenarnya dia siapa
Ingin bertanya,kepada siapa aku bertanya
Lingkungan asing bagiku, dan aku asing bagi lingkungan
Hatiku penuh dengan pertanyaan
kuperbuat apa, yang tak ku dapat kosong
Cuma tatapan dan tatapan berbicara
Jalan ini memang aneh, aku hanya diam
Tak bergerak
Bagai patung yang tak terawat
Terus berharap menemukan si pengisi cinta langit
Cempaka,9-5-11
HAYATI
Dari Mula cinta langit mulai bersyair ria
Suara merdu menyentuh, berkumandang mesra
Membuat tiang-tiang perasaan
Penyangga hati yang baru didirikan
Siapa penyair cinta langit
Pembawa air kesejukan
Buat pengelana gurun kehausan
Banyak air yang lain diminum tak bisa puaskan
hanya airnya mampu basahi tenggorokan
Pertanyaan tersebut selalu terngiang-ngiang di telingaku
Ia pun mulai hadir ditidurku dan mewarnai mimpiku
Wajahnya tak bias terlupakan olehku
Aku kembali berdzikir meminta petunjuk
Coba berdoa dengan lebih khusuk
Ya tuhan siapa dia..
Siapa dia..
Siapa dia..
Hatiku mulai menghadirkan dirinya
Cempaka, 8-5-11
Suara merdu menyentuh, berkumandang mesra
Membuat tiang-tiang perasaan
Penyangga hati yang baru didirikan
Siapa penyair cinta langit
Pembawa air kesejukan
Buat pengelana gurun kehausan
Banyak air yang lain diminum tak bisa puaskan
hanya airnya mampu basahi tenggorokan
Pertanyaan tersebut selalu terngiang-ngiang di telingaku
Ia pun mulai hadir ditidurku dan mewarnai mimpiku
Wajahnya tak bias terlupakan olehku
Aku kembali berdzikir meminta petunjuk
Coba berdoa dengan lebih khusuk
Ya tuhan siapa dia..
Siapa dia..
Siapa dia..
Hatiku mulai menghadirkan dirinya
Cempaka, 8-5-11
TILIK 2
kegelapan sudah datang
menjenguk hati manusia-manusia
wajah merah padam menahan amukan
tangan menggenggam senjata siap berperang
dibarat telah menanti musuh
mendekat dengan bayangan
segera letuskan kedamaian dengan darah-darah
dimana kita saat inimenarik airmata tak berair..
menjenguk hati manusia-manusia
wajah merah padam menahan amukan
tangan menggenggam senjata siap berperang
dibarat telah menanti musuh
mendekat dengan bayangan
segera letuskan kedamaian dengan darah-darah
dimana kita saat inimenarik airmata tak berair..
HANTAM
berbenam diri dalam lumpur tua
panas dada
panas dunia
akhir dari tanah-tanah hamba
bumbu makanan mesiu berbau
lauk rudal-rudal berdebu
cium bau mayat-mayat manusia berjabatan
kuludahi tanah
tak ada liur menetes lagi
kuambil kotoran binatang kering terbang
tak tersisa
lihatlah.!
tangan ini mengepal
pertahankan aroma daun membusukhingga busuk memberikan aromanya kepada tanganku
panas dada
panas dunia
akhir dari tanah-tanah hamba
bumbu makanan mesiu berbau
lauk rudal-rudal berdebu
cium bau mayat-mayat manusia berjabatan
kuludahi tanah
tak ada liur menetes lagi
kuambil kotoran binatang kering terbang
tak tersisa
lihatlah.!
tangan ini mengepal
pertahankan aroma daun membusukhingga busuk memberikan aromanya kepada tanganku
HARAPAN DALAM OCEHAN
suara pagi dendangkan syairnya
menjenguk malam yang pergi
gantikan subuh mengantarkannya guring kakalambu
dan hangat mendatang bawa kedamaian
damai yang bawa alam berbicara
damai yang bawa makhluk menikmati cinta
damai cinta.
hanya itulah yang jadi lamunanku
hayalan kosong tentang kedamaian
fakta revolusi cinta tak berarti
adalah cinta berbubuh racun-racun
racun gelapnya dunia
racun dari samudera
racun itu ....
sudut menyudut kata damai hanyalah ilusi
bagiku cuma sisi-sisi fatamorgana
hanya menghisap saripati dari madu damainya
seperti jatuhnya kalangkala masak
bertemu bumi hingga linyak
nanti.!
menjenguk malam yang pergi
gantikan subuh mengantarkannya guring kakalambu
dan hangat mendatang bawa kedamaian
damai yang bawa alam berbicara
damai yang bawa makhluk menikmati cinta
damai cinta.
hanya itulah yang jadi lamunanku
hayalan kosong tentang kedamaian
fakta revolusi cinta tak berarti
adalah cinta berbubuh racun-racun
racun gelapnya dunia
racun dari samudera
racun itu ....
sudut menyudut kata damai hanyalah ilusi
bagiku cuma sisi-sisi fatamorgana
hanya menghisap saripati dari madu damainya
seperti jatuhnya kalangkala masak
bertemu bumi hingga linyak
nanti.!
Di perbatasan
dengan satu kata ku ingat
tempuh hitungan waktu berjalan mundur
menjalani jurang kenangan
dalam*
sela waktu ku putarkan otak
menciptakan bait memori
seperti burung bebas berkicau
kicau mesra pagi sambut mentari
seperti laba-laba merajut
rajutan mahkota panorama alam
nyata"
tak seperi lajunya kereta
laju tapi mati
mati tapi berjalan
berjalan tapi diatur penuh aturan
menjemput mimpi-mimpi yang tak nyata
teriakku mengema di alam raya
menyuarakan cinta-cinta surga
kenapa tak kau dengarkan?
dunia kukupas, kuserahkan padamu
kenapa tak kau minum setetes anggurnya?
biar dahaga mu terpuaskan akan kenikmatan
ku bilang puaskanah hatimu,,
kau bilang puaskanlah hatimu dulu
betapa bodohnya aku
putaran memori kembalikan aku ke bumi
sadarkan aku melihat putaran waktu yang normal
hingga mentari disambut malam.
Hilang*
tempuh hitungan waktu berjalan mundur
menjalani jurang kenangan
dalam*
sela waktu ku putarkan otak
menciptakan bait memori
seperti burung bebas berkicau
kicau mesra pagi sambut mentari
seperti laba-laba merajut
rajutan mahkota panorama alam
nyata"
tak seperi lajunya kereta
laju tapi mati
mati tapi berjalan
berjalan tapi diatur penuh aturan
menjemput mimpi-mimpi yang tak nyata
teriakku mengema di alam raya
menyuarakan cinta-cinta surga
kenapa tak kau dengarkan?
dunia kukupas, kuserahkan padamu
kenapa tak kau minum setetes anggurnya?
biar dahaga mu terpuaskan akan kenikmatan
ku bilang puaskanah hatimu,,
kau bilang puaskanlah hatimu dulu
betapa bodohnya aku
putaran memori kembalikan aku ke bumi
sadarkan aku melihat putaran waktu yang normal
hingga mentari disambut malam.
Hilang*
HASRAT
batang rokokku tak henti terhisap, memompa darah di jantung malam. duhai sejenak tidurkanlah aku di jaring laba-laba.
SERAPAH
SERAPAH
BANGSAT.!
TAMBUK.!
JAHANNAM.!
JAHARU.!
BUNGUL.!
BALA.!
IBLIS.!
KAMPANG.!
GILA.!
****?
makhluk ini suaraku yang paling ku benci
tapi tak sedar mulut mengucap
tak bisa ku jaga tak bisa kurawat
hantarkan gelombang panas
ke penjuru, pelosok, sudut-sudut ruang
ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM
NA UDZU BILLAHI MIN DZALIK
BANGSAT.!
TAMBUK.!
JAHANNAM.!
JAHARU.!
BUNGUL.!
BALA.!
IBLIS.!
KAMPANG.!
GILA.!
****?
makhluk ini suaraku yang paling ku benci
tapi tak sedar mulut mengucap
tak bisa ku jaga tak bisa kurawat
hantarkan gelombang panas
ke penjuru, pelosok, sudut-sudut ruang
ASTAGHFIRULLAHAL ADZIM
NA UDZU BILLAHI MIN DZALIK
Langganan:
Postingan (Atom)

