Welcome to my Life

Minggu, 31 Maret 2013

TEMPAT WUDHU UNTUK MAHASISWA STAI DARUSSALA


Beberapa waktu yang lalu Mahasiswa/i ketika tiba waktu shalat, mereka berjalan menuju Langgar (mushalla) yang terletak di luar kampus dan juga beberapa menggunakan sekretariat UKM untuk melaksanakan kewajibannya kepada Allah SWT. Karena Mushalla yang ada di Kampus yang baru belum dipakai sehingga sementara mereka shalat disana. 

Tapi Saat ini  Mushalla STAI Darussalam Martapura yang baru sudah mulai digunakan oleh Mahasiswa/i, sehingga mereka tak perlu repot-repot lagi berjalan dibawah terik matahari yang menyengat atau berjejalan di dalam Sekretariat untuk melaksanakan Shalat berjamaah. Akan tetapi walaupun Mushalla yang baru sudah bisa digunakan, ada beberapa dari mahasiswa yang mengeluhkan masalah tempat wudhu yang kurang, "bujur ja parak, tapi ba'udhu nya ngalih banar du buting haja pa'uduannya, sabuting di Mushalla sabutingnya di higa sekre, umay ngalihnya pank bagantian, takana antrian panjang tapaksa Kasubarang pulang sumbahyang, Ujar Mahasiswa itu". Melihat hal ini, WAPRES BEM STAI DARUSSALAM mengambil inisiatif untuk membuatkan tempat wudhu bagi mereka, sebut saja Markus (Hamdiani) panggilan akrabnya dibantu dua orang temannnya Reza dan Rajudin yang menjadi Ketua Umum Sanggar Ar Rumi, dibawah Bimbingan bapak Khair yang bertugas sebagai SATPAM di STAI, mereka terus bekerja, terkadang mereka tertawa lepas karena Markus selalu mengeluarkan Joke-joke lucu di sela-sela bekerja kepada dua temannya, ia pun tak sungkan-sungkan bercanda dengan pak Khair, Pak Khair yang tadinya serius pun ikut tersenyum juga karena gurauannya, sehingga yang tadinya serius menambah semarak bekerja. Ketika ditemui, kemudian menanyakan kepada Markus mengenai pembuatan tampat wudhu ini, ia pun mengungkapkan " Melihat kondisi tempat wudhu di mushalla, karena setiap kali shalat kawan-kawan kesulitan, sebab harus antri, belum selesai mereka berwudhu, jam masuk kuliah sudah berjalan, sehingga mereka banyak yang terlambat masuk ke kelas, hal inilah yang mendorong ulun untuk memudahkan mereka, Apalagi ulun menjabat sebagai Wapres ha pulang , harus cepat dan tanggap melihat kebutuhan yang dihandaki Mahasiswa. Tak lupa pula ulun ucapkan terima kasih kepada kakawanan yang dengan ikhlas menyumbang tenaga wan sedikit sumbangsih dana untuk melancarkan pembuatan ini, tanpa bantuan pian, ulun bisa kada kawa jua tagawi dan juga Kepada Bapak Khair yang sedia hati membantu kami.) Imbuh markus disela canda-candanya ketika di wawancara". Mudahan dalam setiap kegiatan mereka dapat berjalan lancar selalu untuk memajukan Kampus STAI DARUSSALAM MARTAPURA, Amin.

Rabu, 06 Maret 2013

SANGGAR ARRUMI PERSEMBAHKAN JUARA 1 UNTUK SMAN 1 MARTAPURA

Lena tak kunjung pulang, beberapa hari ia tak juga pulang kerumah, anehnya lagi orangtua Lena hanya mengganggap itu hal biasa, sehingga kemarahan Lena meledak kepada mereka, ia menganggap rumah keluarga seperti asing baginya. cara orang tua yang salah dalam memberikan kasih sayang terhadap anaknya lena. Sinopsis yang diangkat dari Naskah Teater yang berjudul "Kutunggu" saduran dari Naskah "Lena Tak Pulang" karya Muram batubara.
Akhirnya jerih payah Mihrab Afnanda dkk dari Sanggar Ar Rumi STAI Darussalam Martapura berbuah hasil yang sangat manis, mereka yang terbentuk dalam Badan Produksi bagi Teater Abstract dari SMAN 1 Martapura dalam penggarapan pementasan untuk lomba Festival Teater Pelajar Se-Kalsel di Taman Budaya Banjarmasin. Tidak tanggung-tanggung mereka merebut Juara 1 Penyaji  terbaik serta merebut dua kategori lain  yaitu Sutradara terbaik "Mihrab Afnanda dari SAR" dan Aktris Terbaik "Nurul Hidayah" yang tergabung dalam Teater Abstract dan ia juga masih duduk di Kelas X C di sekolahnya. tidak hanya itu mereka juga termasuk dalam nominasi Kategori Penata Artistik dan Pemeran pembantu yaitu Adi yang berperan sebagai Bayu. Dilihat dari perjalanan mereka, SAR dan Teater Abstract tidaklah mudah untuk memperoleh hasil tersebut, hampir satu bulan mereka rutin latihan hingga mendekati perlombaan, beberapa insiden pun sempat terjadi di sela-sela latihan terakhir mereka. sebut saja Annisa Juliani yang memerankan tokoh Mbak Sri sekaligus sebagai Ketua Umum di Teater Abstract sempat pingsan minggu malam ketika mengadakan latihan terakhir di banjarmasin. insiden ini sempat membuat sang sutradara sakit kepala, karena takut aktris tersebut sakit karena kelelahan. tapi itu tidak terjadi malah LinBad panggilan Akrab bagi Annisa tampil sangat baik dan penuh percaya diri dan ia pun juga termasuk nominasi aktris terbaik dalam Festival tersebut. Tak kalah pula pemain lain Devina sebagai Yuan dan Ayu sebagai Ibu Lena memerankan perannya sangat apik dan total. Tidak sampai disitu saja peranan para kru-kru yang bertugas pun sangat bersemangat sekali. Sebut saja Arul Menwa yang bertugas sebagai Penata Artistik hilir mudik diatas panggung dan mengangkat properti yang akan di pentaskan, kinerjanya patut diacungi jempol, karena ia bekerja siang malam membuat semua properti tersebut bersama Rajudin Ketua Sanggar ArRumi, dua minggu pra Pementasan mereka kerja lembur demi pementasan tersebut, beberapa kali Arul bongkar pasang membuat Set Properti di Sekretariat SAR yang bermarkas di Kampus STAI Darussalam Martapura, sampai-sampai mereka tertidur di halaman karena kelelahan. beberapa Kru Lain juga mengerjakan peranannya secara profesional sebut saja Mangker, , Kewel Hungang, jumbuh sebagai Perlengkapan, Incul dan H.Udin sebagai Tata Music, dan Bang Aan yang membantu Guru Udin sebagai Tata Lighting. tanpa mereka semua pementasan ini tidak akan berjalan selancar ini, dan akhirnya kerja keras mereka semua berbuah suatu yang manis melebihi manisnya madu. "sebenarnya juara atau tidak, yang terpenting hanyalah satu bagi kami semua yaitu kebersamaan antar semua badan Produksi ini, untuk apa juara kalau tidak ada kebersamaannya, tapi berkat kebersamaan itu, maka kami berhasil meraih juara, ungkap Mihrab "sutradara" diselingi gelak tawanya

Jumat, 01 Maret 2013

SANGGAR ARRUMI LATIH TEATER SISWA SMA




Sanggar ArRumi STAI Darussalam Martapura kembali kepakkan sayapnya di dunia akting, tapi kali ini mereka tidak tidak melakoni peran dalam naskah. Terus apa yang mereka kerjakan? inilah gebrakan Sanggar Ar Rumi (singk:SAR), sekarang ini SAR mulai membagikan ilmu kepada siswa/i SMAN 1 Martapura  untuk mempelajari bidang teater. karena di Martapura sekarang Komunitas Teater sangat berkurang sekali dan mungkin bisa dibilang hampir punah, nah disinilah Sanggar ArRumi memainkan perannya dalam naskah kehidupan teater, agar kesenian teater di Martapura tidak akan mati dan tenggelam dan akhirnya hilang, ini merupakan hal yang sangat tidak diinginkan bagi SAR. Mungkin banyak lagi kesenian-kesenian yang sudah mulai hilang di bumi borneo ini, dan hampir tidak ada yang sadar lagi pentingnya kesenian itu bagi kaum muda sekarang, apa jadinya kalau nantinya ini akan hilang, mungkin yang tersisa dari itu hnyalah tinggal penyesalan yang menjadi bahan perbincangan dalam hati masing. nah melihat hal ini Sanggar Ar Rumi yang Tumbuh dari Kampus SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) DARUSSALAM MARTAPURA KALIMANTAN SELATAN pun tidak tinggal diam, sekarang ini mereka sangat aktif sekali mengembangkan Kesenian dan Kebudayaan di Kab.Banjar Martapura, buktinya mereka tak malu-malu untuk berbagi ilmu kepada junior-junior baru yang ingin mempelajari bidang teater Modern, walaupun SAR tidak sehebat dari komunitas lain yang ahli di bidang teater Modern, tapi mereka terus berusaha walaupun masih dasar-dasar yang mereka ajarkan, "yang penting masih ada kemauan belajar, itu yang terpenting, kita tidak perlu kualitas, asal ada kemauan disitu ada jalan, ngapain juga misalkan ada orang yang berkualitas tapi tidak ada kemauan untuk mengembangkan. Lebih baik mencari yang benar-benar ingin belajar walaupun tak berkualitas tapi semangat nya ada. artinya ngapain juga jadi orang yang hebat tapi menyimpan ilmunya, ilmu itu bukan untuk di simpan tapi untuk diajarkan." ucap Mihrab Afnanda yang menjabat WAKIL KETUA di Sanggar Ar Rumi, dan sekaligus juga sebagai Sutradara yang akan di pentaskan Siswa SMAN 1 Martapura pada acara Festival Teater Modern di Banjarmasin yang di selenggarakan pada tanggal  03 Maret 2013. Mihrab juga mengungkapkan ia sangat bersemangat sekali melatih siswa/i itu, hampir tiap hari ia berkunjung ke Sekolah untuk melatih mereka, beberapa hari lewat siswa/i itupun latihan juga di Kampus STAI Darussalam Martapura, ia mengatakan agar pemain bisa lebih fokus terhadap peran yang akan di mainkan, Jadi tempat latihannya pun harus yang tenang sehingga Kampus adalah tempat ideal untuk latihan pemantapan sebelum pertandingan di mulai. Mudahan dengan usaha yang Sanggar Ar Rumi lakukan dapat memetik hasil yang indah dan mampu mengharumkan nama Kab.Banjar pada umumnya. Amin "RSM"

Rabu, 13 Februari 2013

BEM STAI DARUSSALAM OPTIMALKAN KABINET

Menapak tilasi jejak-jejak Kepengurusan yang lama, Presiden Mahasiswa Baru 2013-2015, H.Mursyidi dan wakilnya Hamdiani adakan rapat kerja di Ruang perkuliahan, karena tidak ingin di pemerintahan yang baru ini ada kekosongan dalam berkegiatan. Walaupun suasana sekarang ini adalah masa-masa liburan, tapi tidak bagi H.Mursyidi, Ka Haji panggilan akrab beliau, ia terus memutar otak agar dalam kepengurusan periodenya ini seluruh kabinetnya mempunyai rancangan-rancangan kegiatan. oleh sebab itu, Ka Haji tetap mengadakan rapat kerja lanjutan untuk mengisi liburan ini.
Dengan bersama-sama mereka saling beradu argumen, pendapat-pendapat sehingga ruangan yang tadinya sunyi akhirnya semakin meriah diselingi gurauan canda-canda sehingga menimbulkan gelak tawa dari seluruh peserta rapat. Rencana kegiatan yang akan dilaksanakan BEM STAI ini lumayan banyak, salah satu rencana kegiatan mereka mengenai Perpindahan Sekretariat UKM-BEM yang lama ke Sekretariat yang baru, kemudian tentang Mushalla yang ada di kampus STAI ini, Mentri Kabinet Syahril mengatakan "di lihat dilapangan dan beberapa mahasiswa yang datang kepada kami, kalau bisa Mushalla itu tempatnya ada dilantai satu jangan di lantai tiga, karena dari sebahagian mahasiswa apalagi yang mengambil kelas khusus, mereka mengeluhkan bahwa agak susah naik kelantai 3 itu, apalagi kan mereka memang didominasi orang-orang tua. Melihat hal tersebut, ini menjadi PR bagi kami, bagaimana mengupayakan yang terbaik bagi mereka, tapi kami akan mencoba menyampaikan ini kepada Ketua III bagian Kemahasiswaan  bagaimana yang baiknya tentang masalah ini, karena kami dalam mengambil putusan perlu pendapat dari beberapa Dosen Pembina, jadi setiap keputusan itu benar-benar matang kam ambil, ucap Syahril ". Dan salah satu rencana mereka yang patut di acungi jempol yaitu mengusahakan agar pengelolaan parkir di STAI Darussalam, mereka akan mengusahakan agar parkiran kendaraan antara Laki-laki dan Perempuan di pisahkan, karena kampus ini adalah Kampus STAI apalagi di bawah yayasan Darussalam, maka perlu kita angkat Nama Darussalam tersebut. Walaupun ini hanya sebagian kecil saja, tidak hanya parkiran, mudah-mudahan ini akan meningkat dan terus meningkat lagi. Tapi dalam Rapat ini Ka Haji mengatakan bukan hanya sekedar menyusun Rencana Kegiatan, tapi intinya yaitu jalinan silaturahmi antar sesama Mahasiswa.
"ulun nie sebagai Presiden hanyar, handak bujur-bujur merangkul seberataan, artinya disamping rapat ini ulun sekaligus menjalin silaturahmi wan sahabat-sahabat di kabinet ulun, ulun ni termasuk urang hanyar maka harus bisa ber Konsolidasi dengan Seluruh Organisasi di Kampus, kaitu nah bahasa kerennya. apa jadinya Kegiatan sukses tapi tidak ada kekeluargaan didalamnya ungkap ka Haji"
Dan dalam waktu dekat ini, mereka akan mengadakan Maulidur Rasul dan pada acara tersebut rencananya sekaligus Acara Pelantikan BEM masa khidmat 2013-2015. Mudahan dalam setiap kegiatan yang direncanakan mereka dapat berbuah manis yang dapat kita rasakan bersama. Amin.

Senin, 04 Februari 2013

Mahasiswa STAI DARUSSALAM Isi Liburan Dengan Membersihan Kampus

Masa liburan memang hari yang selalu ditunggu-tunggu oleh semua kalangan, tidak hanya orang yang bekerja, akan tetapi juga termasuk dari kalangan siswa Pendidikan Dasar sampai kejenjang perkuliahan, hari libur adalah masa menghibur diri untuk menghilangkan dan merefresh jasmani dan rohani yang selama ini diperintahkan bekerja setiap hari. Dalam hal ini pastilah mereka akan mencari tempat-tempat yang indah untuk memanjakan diri mereka. Tapi dari semua itu ada beberapa pelajar yang mengisi liburan mereka dengan hal yang positif yaitu membersihkan lingkungan. Lingkungan itu memang harus selalu dijaga, karena kebersihan itu melambangkan suatu keindahan, apalagi di zaman sekarang ini banyak orang tak memikirkan lagi pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan, dibuktikan dengan banyak terjadinya banjir di kota-kota besar, hal ini di akibatkan sampah yang menggunung dan menyumbat saluran-saluran air. Salah satu faktor yang menyebabkan hal itu sendiri yaitu  karena tidak sadarnya masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan itu sendiri. Nah, melihat hal itu beberapa Mahasiswa berinisiatif untuk mengisi waktu luang mereka dengan membersihkan lingkungan Kampus. Inilah yang dilakukan Mahasiswa yang kuliah di Kampus STAI Darussalam Martapura. Mereka yang tergabung dalam beberapa UKM yaitu MAHIPA (Mahasiswa Islam Pecinta Alam), KSR-PMI, Sanggar ArRumi STAID, di bantu petugas kebersihan Kampus dan beberapa orang mahasiswa dan juga tak lupa eksistensi BEM STAI yang turut serta dalam  membersihkan sampah-sampah disekitar kampus dan menebang dahan-dahan pohon yang dianggap bisa mengurangi keindahan Kampus. Hal ini senada dengan ungkapan dari  Mahasiswa nomor 2 di kampus STAI Darussalam Martapura yaitu Hamdiani selaku WAPRES Mahasiswa. Sebut saja Marcos rumi, panggilan akrab yang di berikan teman-temannya, ia mengatakan " Nah ulun ni napa ada, ulun jadi memberasihi kampus ni karena ulun handak memberasihi tupang, pas buan ulun takumpulan wan kakawanan di Sekretariat UKM, dari pada ungut-ungutan di kampus nie, baik memberasihi halaman haja kolo, jadi nyaman jua di pandang tah, ujaar>> tukas Marcos ". Kegiatan ini memang bukan kegiatan rutin mereka tapi murni dari kesadaran dari mereka sendiri untuk memperindah lingkungan, apalagi di saat masa liburan seperti ini sangatlah sulit mencari orang mau mengisi liburannya dengan hal-hal berkaitan dengan sosial. seperti yang dikatakan salah seorang anggota dari UKM MAHIPA yang memotori kegiatan, Otong panggilannya sehari-hari ia mengatakan bahwa, "kegitan ini perlu di tingkatkan lagi karena apabila semua sadar akan kebersihan, tidak perlu jauh-jauh cukuplah mulai dilingkungan kecil saja seperti saat ini yang sedang kami lakukan. Insya Allah seluruh daerah akan terjaga lingkungan sekitar". Mudah-mudahan kegiatan yang meraka lakukan ini dapat memotifasi seluruh masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan serta perduli akan lingkungan sekitar.Amin ya Rabbal Alamin.

Minggu, 27 Januari 2013

Sanggar Ar Rumi Hibur Masyarakat di Banjarbaru

Kali ini tidak hanya Kota Martapura dan sekitarnya yang mereka tapaki, sekarang mereka akan melahap dan mengocok perut masyarakat Banjarbaru. Inilah kiprah para pelawak banua banjar yang akan menghibur masyarakat disana, sebut saja SAR (Sanggar Ar rumi), sudah banyak diketahui bahwa sanggar Ar Rumi adalah satu-satunya komunitas seni yang masih menghidupkan Kesenian Teater di Kab.Banjar, mereka selalu eksis dalam tiap even yang diadakan di wilayah Martapura, dapat dikatakan hampir tiap tahun SAR selalu mengadakan even kesenian di kota ini, seperti yang dikatakan Wakil Ketua Umum SAR yaitu Mihrab Afnanda, yang sering dipanggil teman--temannya Angsul, ia mengungkapkan bahwa SAR akan selalu mengembangkan Kesenian ini, agar kaum muda kita terjaga dari hal-hal yang berkaitan dengan kesenian yang berdampak negatif. "ulun sebagai ganarasi anum, kada bakahandak di kota kita nih kada bakambang seni teater, apalagi seni yang kami angkat selalu yang berbau dengan Kesenian Tradisional Asli Banjar, nah dari itu ulun tetap berjuang wan kakawanan untuk terus maju mengambangkan kesenian ini, ungkap angsul". Sekarang ini SAR seperti yang telah dilansir bahwa dalam waktu dekat ini, mereka akan mengadakan pementasan lagi, tapi kali ini mereka diundang di kota Banjarbaru . Bekerja sama dengan Radar Banjarmasin dan beberapa komunitas, Mereka akan menghibur masyarakat pada acara Harlah Radar Banjarmasin yang menampilkan pertunjukkan teater Komedi yang berjudul "NANANG KELELEPON HANDAK JADI JURNALIS", cerita ini diangkat dari Cerita Nanang Kelepon yang merupakan ikon dari koran Radar Banjarmasin . kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 03 Februari 2013 jam 07.00 Wita yang bertempat di Lapangan Murjani Banjarbaru. Eksistensi SAR ternyata tidak hanya di Martapura saja tapi sekarang mereka pun mulai masuk di Banjarbaru. Nah.! mari kita tunggu saja aksi mereka di atas Panggung seni dalam menampilkan Teater Komedi.

Senin, 17 Desember 2012

Handak Jadi Jurnalis



Disudut hiruk pikuk panasnya kota, berdirilah sebuah kedai sederhana milik ipin jambul. Walau letak kedai itu jauh dari pusat keramaian kota , namun pelanggan yang datang silih berganti bahkan ada sebagian orang yang menjadi langganan di kedainya.
Pada suatu pagi, ipin membuka jualannya tak berselang beberapa lama datang nanang kelalapon dengan wajah yang kusam karena bangun dari tidurnya dan belum mandi.

Ipin                  : (Sambil beres2 warung),,umay warung kaya ini mana neh pembantu seksi ku nah..
                      Midah,,,uh  midah,,,,bisi asisten ngalih banar,,tumat2 badan-dan,,tumat2 bacaramin,,asa rugi mengajih,,,kakanak wahini bilang hehhhhh……midahhhhh
Hamidah          : uy apa mang,,,,ulun tadi lagi mancibuk banyu napa,,pina abut pian mang..
Ipin                  : aey jangan di kiau amang pank,,,panggil abang aja,,,biar keren gitu..
Hamidah          : saakit lalu barangnya,,
Ipin                  : ay biar sakit,,tapi bungas loe,,,
Hamidah          ; tatapai kada payu jua pian tuh..
Ipin       :ku tiup akan banyu yasin nie,,,,kada ka’awakan tupang ikam mengejar2 diriku nah,,,heheheh..nie warung nah diharagu,,jajualan dirapiakan,,mun datang pelanggan kaena kayapa,,,kadada yang menjaga,,,
Hamidah          : inggih,,,,pian nie tanang haja,,,mun ulun menjaga pasti banyak palanggannya toeh..
                          (tak berapa lama nanang masuk)
                         Han salah lah ulun,,,datang sudah saikung……
Anang              : eh kupi,,,,ulahkan dah
Hamidah          : berapa nang?
Nanang            : 2 litar,,,,nyata haja secangkir
Hamidah          : hehe,,pian nie,,ulun batakun banarae,,,koloae handak babanyak mesan
Ipin              : bah,,,nanang di dah’ae setangah cangkir gin ulahkan,,hutang tadahulu ja balum tabayari lagi….pin…ui pin
Nanang      : hehe,,sabar pin.. kolo parajakian ikam takumpul wadah ku,,untung ikam pin’ae,,hehehe..
Ipin            ; iya’ae rajaki ay……untung di hutang tarus wali’ay,,,,
Nanang      : hahahahahah,,,dah kupinya jangan lupa di buati lah…
Hamidah    : dibuati apa nang?
Nanang       : buati cinta ikam,,supaya aku selalu ada terus di hati pian hamidah’ae..
Hamidah   : mmmmm..gombal gembel….wekkkkkkkkkkkkk
Ipin           : buati batu ja dahae……
Ipin          : Napang nang, basubuhan ari muha nyawa sudah karaw banar..tambahi lagi banyu salitar jadi buburam tue..hihihihi
Anang      : kayapa kada karaw muha, mun samakin hari semakin bakimpis salipi unda
Ipin                  : wahahahahahaaha, mulai pabila garang salipi nyawa tu suah kandal….
Anang              : umailah kanca nie mahawai banar, kawan nieh lagi bingung nah..
Ipin                  : wayouu, nangkaya buhan arjabat ja nyawa neh,,pina bingung mamikirakan rakyat, hujung2nya duit jua ai to kena,,
Anang              : kadanya kaitu pang pin’ai ..aku nieh handak mencari gawian..
Ipin                  : panjang umur ,,,si anang kalalapun nie handak bacari gawian,,rajin tu pina guling2 ditilam haja saharian
Anang              : nah..justru itu pin’ai ,,unda nie parlu paningkatan kahidupan, parlu paningkatan derajat, ijasah sarjana unda parlu ditampaikan dimuhara lawang,,wahini bahwa mala situ sebagian daripada pangulir,,hehe,  ngumung-ngumung ikam adakah info tentang luwungan kerja…
Ipin                  : bah lai,,,hari gini bingung mencari informasi, dasar kada gaul nyawa nieh nangai,..coba nyawa balangganan lawan Koran yang ngini nah,,,
Anang              : aey napa tu….
Ipin                  : Radar Banjarmasin korannya urang banjar,,mbah ya kolo…(sambil menampaikan korannya)
Anang              : maksud loe…
Ipin                  : nah…ini beritanya selalu update, jadi kada bataha katinggalan informasi

Tak selang berapa lama anang pun langsung membilak Koran itu, dengan tujuan mencari informasi lowongan kerja, setelah beberapa lawan sudah dibacanya akhirnya anang pun mendapatkan lowongan yaitu sebagai jurnalis.

Anang              : nah…dasar mantap beritanya nieh
Ipin                  : kaya nang, dapatkah sudah yang di maksud?
Anang              : iyanah ada lowongan sebagai jurnalis, kayapa manurut ikam pin? Cocok hajalah lawan aku?
Ipin                  : umay jagaunya pank nyawa handak jadi jurnalis.
Anang              : itupang masalahnya pin’ai mun ikam pang tahulah jua?
Ipin                  : naa lah,,,nang..orang nang jadi jurnalis itu paling kada menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar yang sesuai dengan EYD toh
Anang              : ngapa tu EYD
Ipin                  : dasar cacing gatal,,,sarjana tapi kada tahu jua…cuba bacai Koran Radar ni nah,,,nyaman banyak pangatahuan jua toeh..
Anang              : yang panting unda sarjana dulu,,,
Ipin                  : nyawa untung nangae kawa sakulah, dapat haja ijazahnya tuh, mun unda nie pang napa diharap,,sakulah ja kada suah nah.
Anang              : mun ikam tue, pas ja dah muha,,sasuai ja urang pacing kadakawa sugih,,hahaha
                          Eh pin, kira-kira unda ni ada harapan ajalah jadi jurnalis tu pin?
Ipin                  : mudahanae nangae, ada razaki ikam disitu,
Anang              : aminnn,,doakan aja pin’ae
Ipin                  : jangan balambat2 lagi nie,,imbah mangupi nyawa langsung ja wadah pa rete, maulah surat lamaran kerja.

Tidak berapa lama datang pa rt bersama suanang burut
Ipin                  : Nah panjang umur,,,Pak RT, suanang singgah dulu satumat, bawa nginum dulu..
Pak Rt              : gratis kah pin,,,,hehe

Pak RT dan Suanang Burut pun duduk diwarung
Nanang            : pas Banaar pucuk dicinta, H.Sulam pun masih bajual bubur
Suanang           : nangapa,,madahi unda bajual bubur kah nang..
Nanang            : kada suanangae,,artinya ulun nie lagi ada kaparluan toh lawan pak RT
Suanang           : berarti unda kada diparlukan lah nang..
Nanang            ; aey kadanya kaitu pank suanangae,pian tu ibaratkan seperti walut ..
Suanang           : apa tu..
Nanang            : mulai bahari,, sampai wahini. Bajalan tu pina gariwit-gariwit…hehe
Suanang           : handak himpal nah lubang hidung,,,nang tuha diulu-ulu neh.
Pak RT            : tanang suanang. Dasar kayaitu kalakuan si nanang nie,,,maklumi haja toeh.,ada apa garang ikam nang mancari aku,,
Nanang            : ini pak rete’ae,,ulun handak malamar
Pak RT            ; handak mangawini anakku kah ikam nang,,,,anak ku masih 16 tahun,,,balum cukup lagi,,,mancari masalah lawan aku nie,,
Nanang            : aey baluman tuntung lagi pak rete nieh,,,maksud ulun kada ngitu pank,,ulun handak melamar gawian
Pak rt               : maaf haja nangae,,,aku kadada bisi lowongan kerja hagan ikam lagi nah…
Nanang            : kadanya wadah pian pank, ulun handak jadi jurnalis..
Pak rt               : owhhhh…jaka bepadah mulai tadi..kasi wawancarai unda,,mengenai kahibatan unda mengelola kampong ngini,,jalanan kawa sudah be aspal,,listrik kada bataha padam..apa lagi nang,,
Suanang           ; aku jua nangae di liput jua,,aku saumuran badiam dikampung nie kada bisa main dum lagi sampai wahini,,bila bakamih di hutan gen aku rajin bapadah2 jua lawan urang halus,,l
Nanang            : aey ulun balum jadi wartawan lagi….
Suanang           : nyawa ngini lay nang,,mambunguli nang tuha tarus…bapadah jadi jurnalis,,harau masih waluh bajarang sakalinya…
Pak Rt              : handak ku masukkan kakandang kambing nie,,
Nanang            : jangan pak Reteay,,masukkan kehati anak pian haja..
Pak Rt              : aey,,,,,(dengan gaya kuntau)
Ipin                  : sabar-sabar pak rt,,,,si nanang ngitu handak minta ulahakan surat pengantar hagan melamar gawian pak reteae…………..
Pak Rt              :mmm..damintu kah…jaka bapadah dari tadi,,parak sudah takaluar ajian pamungkas ku…
Nanang            : iyaam pak rete nie,,,langsung panas ja,,jadi kayapa nie ulun pak rete
Hamidah          : uy urangnyaaaa….ngomong2,,kadada yang memesan banyu kah nieh,,,, ehmmm,, ehmmm,,,
Rt                    : hee,,teh manis lah dah..
Suanang           : aku kaya biasa aja gen dah’aey,,
Hamidah          : eh,,,,inggih,,,,,,
Nanang            : nah lanjutkan,,,,kayapa ulun nie pak rete..
Pak Rt              : mun kaitu,,di ulahkanae suratnya toe,,muyak jua dah melhiat ikam nie pina manganggur ja gawian di kampong..
Nanang            : mantaf pian dasar urang nomor satu di kampong nie…
Pak Rt              : ikam karumah ja gen dulu,,,minta formulirnya wadah biniku,,isi’I ngaran lengkap ikam sasuai ktp lah..
Nanang            : kada lawan pian kah…
Pak Rt              : aku lawan suanang lagi maurus tanah di baruh lagi,,jadi kaina haja manunti karumah..
Nanang            : ayuae..langsung wahinianaey to  ulun kerumah pian..pak rete,,pian ngapa2 ja minum tadi tambahannya..
Suanang           : wadai 5 lah wan kupi…
Pak Rt              : lagi cair kah nyawa nang.
Nanang            : tanang,,,,,,pin,, gabung ja ampun ku tadi wan buhan pak rete nie lah,,,,kada usah dicatat,,kena pak rete mmbayari sabarataan,,
Pak rt               : ay kanapa jadi aku…
Nanang            : mun jadi jurnalis kaina,,pian ulun masukkan dihalaman utama…PAK RT YANG SANGAT PANYAYANG,,kayapa..pangganalnya foto pian
Pak                  : nasib lalu,,ayuha dah,,,
Nanang            : pin ikam ada 50 ribuan dual ah,,bahurup pank…
Ipin                  : (menjulung duit 50 rb dua)
Nanang            : menjulung sandal jepit..nah inguti dulu,,,
Ipin                  : hagan napa ngini nang..
Nanang            : aja,,sementara bahurup dulu duit 100 rb nie lawan sandal karamat pambarian aruah datu yang ke 7..jagakan lah….( bergegas kaluar panggung)
Ipin                  : waluhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
Nanang            ; catat wan hutang samalam lah…….(keluar panggung)
Ipin                  : kana tarus unda di waluhi saikung ngitu,,,
(nanang keluar berselisihan lawan julak yang masuk kepanggung)
Julak                : kamana nyawa nang..
Nanang            : (menyalami julak) handak auran lak’ae,,bisnis2,,doakan aja lah julak..(langsung keluar)
Julak                : tumben lalu pina kisah bisnis,,,

(langsung menuju warung ipin)
Julak                ; assalamu alaikum…
Korr                 : waalaikum salam
Julak                ; (basalaman wan pak rt)
Pak Rt              : napa habar julak..
Julak                : ka ka itu pank habarnya nah… melihat haja loe keadaan nah,,,(melihat kearah suanang)
                          Oey suanang hidup haja lagi lah,,,hehe
Suanang           : ai yang ngini pank napa habar,,salang ditakuni pulang,,,,mencari hual nie
Julak                : koloae sudah bapundut,,,,apank sudah tuha, babau gardu sudah awak tue,,pina mawarung aja gawian..
Suanang           : pina ku ukang nah…jaka ku sudah mati,,sudaham, kamana haja kusasahi, ikam pertama kali aku cekek gulu ikam tuh,,,
Julak                : mun hantu kaya ikam tue,,aku nie kada bataha bukah Su’ae…ikam tue bajalan ja sudah ngalih,,,kayapa handak manyasahi unda
Suanang           : nah handak membawai ba’adu ilmu nie…(berdiri sambil bergaya kuntau)
Julak                : hayou,,,kita ba’adu nah….(berdiri jua)
Hamidah          : aeyyy…jangan2 disini,,pian ne  tuha2 sudah…kada bagus bakalahi,,,
Suanang           : kada bagaduh,,,,,,,,,,,jagau kah kada kah,,yang penting wani dulu nah,,
Julak                : makanya itu,,tuha2 keladi,,makin tuha makin jadi wadi…..

Pak rt menangkap suanang dan ipin menangkap julak dudun sambil menyanyabari mareka berdua
Suanang           : kanapa ditangkap,,,lapas haja,,,jurus naga bahintalu karuang handak kaluar nah
Pak                  : kaina ja suanangae di kaluarkan…simpani haja dulu,,bawa mangupi ja nah…
Ipin                  : inggih bawa santai aja dulu su’ai…pacing tahambur warung ulun mun pian bacakut badua disini…
Suanang           : untung aku masih kawa Manahan nah,,,kasi tangkapi aku,,,pina aku khilaf…
Julak                : kupi jua….tapi jangan sama lawan suanang…kada handak aku disamai…
Pak rt               : nah julak nie,,ngitu haja bilang abut,,,
Hamidah          : ayuha,,,,,pian ulun ulahkan kupi manis bagula su’ae,,mun pian gula manis bakupi,,han baik loe ulun nie,,
(mereka pun duduk kebangku masing2)
Ipin                  ; kasi dah ulahkan kupinya….
Hamidah          : (sambil meulahkan kupi),,,urang mun sudah sama tuha tue jangan tapi bajagaun lagi,,banyaki bazikir, rancaki mengatik tasbih,,sembahyang di rajini,,
Julak                : beh dah galuh neneh, harat pander,,pina ku kawini nah,,
Hamidah          : pian tu julakae,,ingat2 di umur julak,,sudah berkarat,,engsel tapaculan,,tuha banar,,asa kada cocok wan ulun nang masih anum nie,,,
Julak                : ay si galuh nie,,kada tahu lagi wan kakuatan ku,,,
Suanang           : sidin tue bila malam jadi Babi ngepot galuhae,,,
Julak                : burut  nyawa mengepot…aku nie biar tuha luarnya,,mun dalamnya ,,ammm,, emmmmm,,,,,,
Suanang           : iya banar bisul pampijit,,,
Julak                : dasar katurunan tungau nie,,cucuk haja pina kandal tapih,,,amun negara nya ada disitu,,takumpul sebarataan jenis tungau,
Suanang           : haetttttttttttttttttttttt………jurus kucing mahambur iwakkkkkkkkkk…..
Pak Rt              : (menyulumakan wadai kemuntung suanang),,bawa makan dulu suanangae,,,,,hheheheh,,
Julak                : eh pin,,kamana si nanang kalalapun tadi pina laju bajalan,,,
Ipin                  : itu pank lak’ae,,,handak malamar gawian jar,,jadi jurnalis lak’ae
Julak                : bujur juakah tueh,,asa kadada baputungan malamar gawian si nanang tuh..
Hamidah          : mun melamar ulun baputungan haja kolo lak,,,,(kijil)
Ipin                  : hussshhhh,,,,,nyawa calon bini unda kaina,,,
Hamidah          : hakunlah ulun,,,,,,heheheheheheh
Julak                : bujur Gerang pak rete, si nanang tu pacang jadi wartawan..
Pak rete           : kaya itu pank bunyinya,,,
Julak                : kira-kira ada Gerang nang menerima muha nang kaya itu tuh?
Suanang           : nyawa pank dun muha nangkaya napa jadi madahi urang haja..
Julak                : owhh,,kaya Syahrukhkan pank..
Suanang           : iya banar,,,,,,,,,,sempak sahrukh khan yang dinyalamakan dalam lubang WC dulu, hanyar di dadai diatas kuburan,,pas banaram muha ikam tueh..kada jauh….
Julak                : dasar tuha nginih,,,,,,,,wancuh,,makanlah wancuh,,,,berarti pacangan rami kampong kita ni lah mun sampat inya jadi jurnalis,,
Ipin                  : nah iya pacang masuk Koran tarus buhan kita nie lak’ae,,
(datang madi gabuk)
Madi                : assalamu alaikum,,,,
Korrd               : wa alaikum slam….(basalaman)
Julak                : nah si madi gabuk timbul,,,ngini buhan paiwaakann nie datang,,banyak jua kah kulihan,,
Madi                : napa ada lak’ae,,,cucunya saluang gin kadada saikung2,,matian iwak nah di sungai..
Pak rt               : ay kanapa,,,,jadi bisa terjadi kaya itu di
Madi                : kada tahu jua pak rete’ay,,,,takana limbah soko,,,,atawa bakas ada yang maracun bisaa jua ,,atawa bakas urangg manyatrum,,,kada tapi tahu jua ulun nah
Suanang           : dasar manusia wahini leh,,,kada tahu lalu wan ekosistem lingkungan,,kayapa kaina nya pas kita maninggalan,,bisa kada baiwak lagi nie, hancur bumi kita tercinta,,,kayapa mau pintar babbuhan kakanakan…
Madi                : iya’am su’aei,,,,kayapakah nie  bini ulun handak makan iwak..
Julak                : owh ikam handak iwak kah,,itu dalam tapih suanang burut ada iwak buntal,,,julungi su’..kasian madi handak makan jar,,,hahahahahaha
Suanang           : rasa pakasam handak lah,,,,,gigi nyawa dun’ae
Ipin                  : eh sudah babini Gerang ikam di..asa kada pernah mendangar pank nah
Madi                : itu pank binian yang di higa ikam tuh,,hihihihihi,,,yank teh es dulu ulahakan yank,,
Ipin                  : owhhh kada bisa,,buhan paunjunan derajatnya masih dibawah lagi wan buhan pawarungann…dah ulahakan tueh madi teh es jar,,,,
Madi                : eh su’ ni kacamata pian tatinggal ti tadi di lampau parak kabun…
Suanang           : (mamasang kekacamata)
Ipin                  : uhhhhhhhhhhhhh,,nangkaya buhan korea yang bajoget toh,,,napa ngaranya dah,,
Hamidah          : opppp,,,,Spy ganggam style rasanya,,,
(terdengar suara music,,dan mereka berjogetan seberataan)
(sehabis bejogetan suanang kasakitan0
Suanang           : aduhhh,,duhhh,duh,,,,,asa babarat hintalu unda,,,(sambil di ingkuti pak rt)
Ipin                  : apank julak nieh sudah tahu ja,,ganal pakakas,,dibawa batandik-tandik,,untung kada gugur,,,kadut nangka  tuh,,,
Hamidah          ; umayyyy…..dasar membulat kaya buntal lieh su’….hheeheehehhe
Ipin                  : hosssshhhhhhhhhh,,,,,,kada bulih,,,mata anum lagi,,pina bular melihat gumbili kanji sidin……..basuhi piring gin,,,,ngini anum2 tahu banar sudah,,,kakanak wahiniiiiiiiiiiii….terlalu capat dewasa,,,,

Pak rt               : kita kah su’…nyaman kita karumahan dulu,,meambil surat manyurat nah…
Suanang           : balarutae kita,,,uy buhannya kami balarut dulu nah…
Julak                : kada ngesot kah suanang,,heheheheh..
Suanang           : handak ku lapau nah,,,,,gigi tuh,,,,
Pak rt               : (menjulung duit,,,) nah sabarataan lah,,,,wan julak dudun wan madi gabuk jua,,,gabung haja,,, ambil ha angsulannya pin’ae
Ipin                  : panglaris………………..panglaris,,,,,
RT                   : Assalamu alaikum….
Kord                : wa alaikum salam….

(keluar suanang wan pak rt)
Madi                : napang tadi lak yang di diskusiakan..
Ipin                  : nah iya maunjun ja gawian,,iwak di sasah….tu nah si nanang kalalapun pacing jadi jurnalis inya,,
Madi                : iya lah lak…(sambil menyuap wadai)
Julak                : aku nie hanyar datang jua di’ae,,itu si ipin tahu banar kisahnya,,
Madi                : kada parcaya lalu nah,,,putungan muha daharap kawa ngitu bagawian,,aturannya ulun pank lakae yang banyak bisi kalabihan nie,,iya kada midah cintaku,,,
Hamidah          : siape sieh loeh……….nasib kakurang labih ja wan tukang warung nieh,,kada kawa memperbaiki katurunan ulun kaina…
Ipin                  : aey jangan salah,,ikam mun aku nie sudah ada garis katurunan sugih…tujuh turunan ha pulang,,
Madi                : ikam katurunan yang ke berapa pin,,
Ipin                  : yang kedelapan pank,,,,
Madi                : cucuk haja,,,pantas toeh ikam jadi tukang waarung.
Julak                : aku kadanya basumbung pang lah,,,biar tuha kaini kam,,aku nie harat jua,,tarkanal haja toeh,,,siapa yang kada tahu wan julak dudun,,,pambungasnya bahari,,,,,
Madi                : bujurae bahari,,mun wahini,,tahi pian gen lak’ae kadakawa di japai…hehehehe
(ALUH PIYAY PUN MASUK MENUJU WARUNG handak manukar wadai)
Aluh                : raminya aey pina takumpulan,,Dah anukan pank nasi sabungkus iwak haruan ja lah…
Madi                : aey,,ayank ku datang,handak batukar apa ding…ulun bajual cinta nah,,murah haja dingae
Hamidah          : bang madi nieh marayu  aluh piyay pulang,,tadi ulun dirayu,,ini inya pulang,,,kada konsisten lalu,,uh luhhh,,hati2 wan bang madi gabuk tuh,,sidin serigala berbulu bangkuy…
Ipin                  : dasar bujur dingae,,jangan kana rayuan si gatah nangka nie,,awaknya tub au tadung haruan,,baik pian lawan ulun ja,,,,sudah bungas,,gagah ha pulang..pian bungas dah dapat jodoh kaya ulun nie,,ibarat kaya romeo n Juliet,,hehehehe
Madi                : nya ada pank,,,romeo longor…..
Ipin                  : nah mahaway,,,,kada bisa sakulah di bantenkah lagi,,,(kemuka mengeluarkan jurus)
Madi                : bah,,,aku kada basakulahan gien,,,ilmu kai banyak haja mewaris nah…hayouu,,,(mengeluarkan jurus2 jua)
(badadua bacakut, kemudian di halat julak,,)
Julak                : ikam badua ngini binian dirabutakan,,,supaya adil,,,hagan aku ja dah,,,,heheeeee…..
Aluh piyay      : uma aeyyyy…wan pian lah lak……asa hancurrrrrrrr hati ulun lakai…
Ipin                  : mun hati pian hancur,,ulun kaina badahulu menyimpuniakan,,,hihihihi
Madi                : ikam mnyimpuni,,aku nang maharagunya,,,heheheh
(datang isur soderan)
Isur                  : nangapang yang di haragu di’……marayu adding undakah nyawa….
Madi                : ah kada sur’ae..
Isur                  : tadi pang napa,,kisah maharagu2 pulang,,,oey galuh,,,beapa ikam disini,,
Aluh                : ulun disuruh mama manukar nasi hagan abah ka’ae…
Isur                  : ay lakasi bulik (aluh pun keluar dari panggung) ,,,uy di,,,macam2 kah nyawa nieh,,,
Madi                : ka’kada surai,,aku nie semacam haja…
Isur                  : nah menantang banar nie,,,handak hilang nah lubang pahinakan,,,(mencabut parang setangah)
Julak                : aey sur,,,santai sur,,,,jangan sagi ampat ha muha tueh,,,,
Isur                  : napa lak’ae wani-wani menggodai adding ulun,,kada tahu lagi nie,,,lawan parang pnyambalihan kurban,,,
(datang nanang kalalapun dengan membawa kamera dan bergaya seperti wartawan dan memoto warung ipin jambul)
Isur                  : nava nyawa nang,,memoto2 unda,,sasak kah sudah untalan
Nanang            : hehe,,,bergaya sur ikam nyaman ku gambar jua ikam,,,,kolo pina masuk halaman utama
Isur                  : bah,,indah unda,,(tapi tetap bergaya handak di foto)
Ipin                  : akhirnya jadi jua nyawa ley nang,,,,warung unda jangan kada ingat dibuat lah
Julak                : nah aku jangan sampai kada tabuat,,,,ini suhu nya dikampung,,,,
Hamidah          : aey,,ulun bang umpat jua,,,modelnya ulun loe,,,,,
Nanang            : kasi baris berataan,,,duduk rapi-rapi…(sambil merapikan posisi buhannya yang handak difoto)
lagi asik-asiknnya , beberapa anak SD masuk dan ikut berfoto-foto…
ipin                  : nah buhan cacurut, ratik kalalmbu umpat jua

 selang beberapa saat kemudian datang lagi anak SMA dan singgah juga di warung ipin, melihat ada beberapa anak2 SD yang asik menguasai warung, anak SMA pun agak jengkel, terjadilah percekcokkan antara SD dan SMA dan ingin melakukan tawuran diwarung ipin jambul.,kemudian nanang langsung ikut ke medan taeuran dan langsung memoto-moto mereka,
setelah itu kemudian mereka pun keluar…

(kembali ke jalur cerita)
Isur                  : lak’ ulun ndak tulak kakabun dulu nah,,,pin, kaina haja lah duitnya,,pas bulikannya aja,,
Ipin                  : he’’heeh,,,,ayuza bang’ae,,,kada papa
Isur                  : tulak lak’ae nah,,,awas nyawa lah di’ bilakatahuan ku lagi mencari masalah marayu2 ading ku (isur langsur kaluar dan saat bersamaan masuk lagi aluh piyay handak membayari yang ditukarnya tadi karena kada ingat disuruh balakas bulik)
Aluh piyay      : dah,,,kada ingat bayar tadi,,,,tabawa pulang duitnya karumah,,
Ipin                  : akay,,,jaka pian bawa ulun haja karumah pian
Madi                : bah longor tu jangan di bawa luhae,,,pacang silau sarumahan dingae,,terus merayu..
Aluh                : buhan pian nie gombal tarus leh gawian,,,,eh ada abang nanang,,,,bujurkah pian jadi jurnalis jar.
Nanang            : hehe kakaitu pang nah dingae,,tapi balum masuk lagi ulun dingae,,,tapiam ulun jamin ulun pasti diterima jadi jurnalis wartawan tueh
Aluh piyay      : beparak,,berarti ampih pian sudah menganggur ,,hihihihi…ulun pang ka’ di sorot2 jua pakai kamera pian tue,,,ulun hokon ja saban hari jadi modelnya
Madi                : nah,,,aluh beparak wan nanang,, aey nang bajauh pada calon bini unda,,,
Aluh                : ngaku2 ja pian nie,,,baik wan ka isur lun dari pada wan pian tue,,,unjun haja diharagu saban hari,,bisa2 menyayangi unjun haja kaina,,,
Madi                : bah iyaam nie,,,nanang nie jua pank kesah jadi jurnalis, habis aluh piyay handak lawan nyawa,,,
Nanang            : aey siape elo,,,,gue2..loe2…masa gue ini elo,,,,,hehehehe…siapa lagi yang handak ku foto,,,biar sakampungan masuk koran nah
Ipin                  : jangan kada ingat nang,,warungku ni yang di utamakan,,,heheheheheh

Setelah nanang pina bakoyo lawan kakawanan di warung ipin, datang Pak rt lawn suanng burut, mahabarkan hasil keputusan bahwa nanang kada lolos, nanang pun hamuk, lalu batakun lawn aluh piyay, masih handakkah lawn inya, tapi aluh kada hokon, karena msikin, dan kakawanan nanang pun mengejek terutama madi gabuk laawan ipin,,kemudian mereka keluar,,tertinggal si nanang di warung,,lalu ipin datang membawa catatan hutang,,semakin menangis lah nanang,,,,,

tambahan :
Razia pekat oleh pasukan tengol
Tawuran anak2 sma dan sd.
Lagu india / gang nam style